HAL paling menyentuh dari Lebaran adalah kehangatan yang dipancarkan saat kita bertemu kerabat maupun orang lain. Kita tersenyum, saling mengulurkan tangan, dan sama-sama minta maaf. Meskipun tak terbahasakan, namun saat itu ada komitmen yang sama kita hembuskan bahwa segala dosa di masa lalu biarlah tersimpan di masa lalu. Kita membersihkan onak dan duri di hati kita, sembari menanamkan satu keyakinan bahwa kita start dari nol lagi, sebagamana iklan Idul Fitri dari Pertamina. Kita memulai lembaran baru dan berjanji akan saling menjaga hati, tidak saling menyakiti lagi, serta saling menghormati. Mungkin itulah esensi dari Idul Fitri.(*)
Search
Pengunjung Blog
...
Tentang Saya
blogger l researcher l communication practitioner l lecturer l teacher l IFP Fellow l ethnographer l anthropologist l academia l historian wanna be l citizen journalist l Unhas, UI, and Ohio Mafia l an amateur photographer l traveler l a prolific author l media specialist l political consultant l writerpreneur l social and cultural analyst l influencer l ghost writer l an avid reader l father l Kompasianer of the Year 2013 l The Best Citizen Reporter at Kompasiana 2013 l The 1st Winner of XL Awards 2014 l The 1st Winner of Indonesian Economic Essay Competition 2014 l
Arsip Blog
-
▼
2009
(339)
-
▼
September
(39)
- Burangasi; Spiritualitas di Tengah Kekeringan (Eks...
- Lapandewa, Negeri Atap langit (Ekspedisi Buton Sel...
- Pemandian Laloya di Gunung Sejuk (Ekspedisi Buton ...
- Nama Desa yang Keren-Keren (Ekspedisi Buton Selata...
- Etnis Cia-Cia yang Bersahaja (Ekspedisi Buton Sela...
- Ekspedisi Buton Selatan
- Lola Amaria dan Riset Kualitatif
- Calon Guru yang Berjalan Kaki
- Jenuh.... Bosan....
- Bejana Penuh Kenangan
- Politik sebagai Lumpur Hidup
- Idul Fitri dalam Segelas Alkohol
- Kehangatan yang Terpancar
- Selamat Lebaran...
- Plesetan Ketika Cinta Bertasbih 2
- Hikayat Lebaran di Kampung
- Jumat Terakhir Ramadhan
- Koleksi Novel di Ruang Tengah
- Selamat Jalan Pak Edy!
- Pahatan Ingatan yang Meleleh
- Maharani dan Evolusi Lagu Bugis-Makassar
- Mata Rantai Penerbitan Buku
- Lucu Gayanya
- Tetap Puasa, Meski Nggak Sahur
- Harta yang Tak Ternilai
- Perahu Kertas yang Berkejaran di Sungai
- Antara Rumah Hiburan dan Rumah Suci
- Ekspedisi Kompas ke Masa Silam
- Galaksi Kinanthi dan Kesan yang Menggumpal
- Komentar di Perahu Kertas
- Puasa dan Kesadaran yang Mengaliri Timbunan Dosa
- Akan Segera Pulang
- Dwi Beli HP Baru
- Pesan untuk Para Periset
- Tersedak di Bulan Puasa
- Nasib sebagai Bangsa Pengemis
- Emha Versus Chappy Hakim
- Spiritualitas Pasang Surut
- Inspirasi dalam Menulis
-
▼
September
(39)
0 komentar:
Post a Comment