Harta yang Tak Ternilai

MALAM ini aku amat lelah. Kepala berat, jantung berdetak memburu. Aku bisa merasakan dan mendengar jelas di kepala ini, detak jantung yang memburu itu. Aku tak tahu, sakit apa yang bersemayam di dada ini. Tadinya asma, tetapi hanya sekitar setengah jam, asma itu menyerang. Kini, jantungku yang berdetak tak karuan.

Jangan-jangan ada penyakit berat yang mengintai. Jangan-jangan ada sesuatu yang salah dengan fisikku selama ini. Aku tak mau sakit. tapi tubuh ini punya hukum dan mekanisme tersendiri yang dipatuhi. Tubuh adalah mesin yang bekerja efektif di bawah kondisi tertentu, dan bisa aus ketika prasyarat itu tidak terpenuhi. Tubuh adalah mesin dengan tabiat sendiri, tak mau tunduk pada perintah otak untuk sehat. Mungkin hanya rumah sakit dan dokter yang bisa memberikan judge sakit apa di tubuh ini.

Aku keluar kamar dan membiarkan udara segar menyerbu masuk. Duduk di atas motor yang diparkir di depan kamar, aku memandang ke sekeliling dan menyaksikan suasana yang lelap. Semua perempuan di pondok depan kos-kosanku sudah tidur pulas. Padahal, biasanya, sampai jelang sahur, mereka masih cekikikan dengan pacar-pacarnya.

Dalam keadaan sakit begini, aku rindu seseorang. Kuambil handphone dan coba menghubunginya. Disconnect. Kucoba berulang kali, tetap disconnect. Kukirim SMS bahwa aku sedang sakit dan betapa aku ingin bersamanya. Semoga ketika bangun tidur, ia membaca pesanku dan segara menghubungiku untuk menanyakan keadaan.

Pada saat sakit, tiba-tiba saja aku menyadari betapa berharganya kesehatan. Ternyata, kesehatan adalah sesuatu yang amat mahal buat kita sendiri. Untuk menggapai kesehatan itu, kita siap melakukan apapun, siap menghabiskan semua kekayaan. Dan betapa bahagianya mereka yang fisiknya kuat dan tidak sakit.

Malam ini, aku belajar untuk menghargai kesehatan sebagai harta yang tak ternilai. Lama duduk, aku mulai lelah dan ingin berbaring. Semoga ketika bangun tidur, semua rasa sakit itu enyah. Semoga matahari pagi bersinar terang dan rasa yang bahagia di hatiku. Rasa keindahan yang bertahta di tubuh yang sehat.(*)

1 comment:

  1. Yusran, kadangkala kita perlu juga sakit. Sebab sakit tanda kasih sayang Allah pada manusia. Kerana sakit akan mengingatkan kita pada orang yang tiada upaya. Sakit juga kafarah kepada dosa-dosa yang kita lakukan.

    ReplyDelete

Buku Terbaru Saya

Buku Terbaru Saya
Untuk memesan buku ini secara online, silakan klik foto ini. Thanks.

Terpopuler Minggu Ini

Google+ Followers

Followers

...