Misteri Nusantara Kalahkan Peradaban Maya (3)

DALAM dua tulisan sebelumnya, saya sudah mengangkat beberapa relief di Candi Penataran yang menggambarkan penaklukan nenek moyang Nusantara atas prajurit Maya di Amerika. Dalam tulisan ini, saya akan membahas lebih jauh tentang relief di Candi Cetho. yang mencengangkan, beberapa patung di candi ini justru menampilkan prajurit Sumeria yang sedang menyembah. Pertanyaannya, apa yang terjadi di masa silam? Apakah ini kian menguatkan tesis Profesor Santos, ilmuwan asal Brazil yang menyebutkan Nusantara sebagai pusat peradaban dunia.

Candi Ceto yang berbentuk seperti kuil di Amerika Latin
Candi Ceto terletak di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.  Candi ini terletak pada ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut. Pertama melihat candi ini, saya tersentak melihat bentuknya yang mengingatkan saya pada candi-candi milik peradaban Maya di Amerika Latin. Tulisan ini disusun dengan mengacu pada hasil ekspedisi tim Turonggo Seto dari Geger Nuswantara yang disusun dalam sebuah makalah oleh peneliti Agung Bimo Sutejo dan Timmy Hartadi. Gambar-gambar juga mengacu pada temuan mereka.

Menurut situs Wikipedia, candi ini merupakan candi yang bercorak agama Hindu peninggalan masa akhir pemerintahan Majapahit (abad ke-15). Laporan ilmiah pertama mengenainya dibuat oleh Van de Vlies pada 1842. AJ Bernet Kempers juga melakukan penelitian mengenainya. Ekskavasi (penggalian) untuk kepentingan rekonstruksi dilakukan pertama kali pada tahun 1928 oleh Dinas Purbakala Hindia Belanda. Berdasarkan keadaannya ketika reruntuhannya mulai diteliti, candi ini memiliki usia yang tidak jauh dengan Candi Sukuh. Lokasi candi berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, pada ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut. Lihat data Wikipedia DI SINI.

Apa yang menarik dari candi ini? Ada banyak hal. Pertama, sejarahnya. Kata arkeolog, candi ini warisan majapahit kelang runtuh. bagi saya, ini aneh. Sebab batu yang digunakan adalah batu kali, berbeda dengan candi Majapahit yang pakai batu bata merah. Artinya, usia candi ini bisa jauh lebih tua. 

patung bangsa Sumeria di Candi Ceto

Kedua, ketika memasuki candi ini segera akan nampak sebuah patung yang aneh. Beberapa arkeolog menyebutnya sebagai patung penjaga. Agung Bimo Sutejo dan Timmy Hartadi, peneliti dari tim Turonggo Seto, menyebut patung itu sebagai patung seorang prajurit Sumeria. Kok bisa?

Sumeria disebut-sebut sebagai salah satu peradaban kuno di Timur Tengah, terletak di sebelah selatan Mesopotamia (tenggara Irak) dari catatan terawal abad ke-4 SM sampai munculnya Babilonia pada abad ke-3 SM. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Sumeria. Mereka bercocok tanam dan sudah memiliki sistem pengairan. Bangunan-bangunan mereka dibuat dari lumpur. Mereka menganut agama politeis. Jika Sumeria adalah salah satu peradaban kuno, lantas mengapa patung seorang prajuritnya bisa ditemukan di Candi Ceto?

perhatikan patung dengan teliti, termasuk hiasan telinga
dan hiasan di pergelangan tangan yang mirip jam tangan

Perhatikan patung di atas. Wajah dan potongan rambut sama sekali tidak menunjukkan penduduk Nusantara, tetapi justru memiliki kesamaan dengan orang Sumeria, Viking, Romawi, atau Yunani. Namun dari sisi pembentukan mata sangat identik dengan patung Sumeria. Pertanyaannya, mengapa dipatungkan dalam posisi ketakutan serta menyembah?

bandingkan hiasan kepala patung itu dengan
hiasan kepala orang Sumeria yang bisa ditemukan di internet

Menurut catatan peneliti Agung Bimo Sutejo dan Timmy Hartadi, bila diperhatikan dari sisi perhiasan, untuk telinga biasanya orang Jawa menggunakan Sumping, sedangkan pada patung ini hanya menggunakan anting-anting. Pada lengan tangan biasanya menggunakan kelat bahu dan pada patung ini tidak, juga pergelangan tangan orang Jawa biasanya memakai gelang keroncong, tetapi pada patung ini terlihat menggunakan gelang yang sangat mirip dengan jam tangan, gelang sejenis ini merupakan gelang ciri khas dari daerah Sumeria.

berbagai versi gambar orang Sumeria. Rata-rata memakai hiasan jam tangan
dan bentuk rambut yang sama dengan patung di Candi Ceto

Kita bisa membandingkan beberapa gambar orang Sumeria yang bisa ditemukan di internet. Rata-rata menggunakan hiasa seperti jam tangan di pergelangan tangannya. Kebiasaan di Sumeria, perhiasan berupa gelang menyerupai jam tangan yang hanya digunakan oleh mereka yang dari kalangan bangsawan dan ksatria. Begitu juga dengan bentuk mahkota rambut dan jenggot yang mirip, dari sisi cara berpakaian agak lain dengan yang di gambar ini. Bentuk mata sangat mirip, karena digambarkan mata yang besar dan lebar. Menurut catatan sejarah, orang Sumeria menggunakan pakaian itu di zaman 3.000 - 4.000 tahun sebelum masehi. Jika mereka memang mempunyai peradaban dan tata sosial yang sudah bagus, lantas mengapa mereka menyembah dan takluk di Candi Ceto?

Yang juga menarik, profil prajurit Nusantara memiliki kemiripan dengan gambar prajurit yang ada di beberapa kuil di Villahermosa, Mexico. Perhatikan gambar berikut:

relief prajurit Nusantara di Candi Ceto
relief yang mirip di Villahermossa, Mexico
Bandingkan  pula gambar dua patung di bawah ini yang menunjukkan kemiripan:

sebelah kiri adalah patung orang Sumeria di Candi Ceto,
sedang sebelah kanan adalah relief orang Sumeria di Monte Alban, Qaxaca, Mexico 

Pada gambar di atas, sama-sama terlihat dua sosok yang sedang dalam posisi ketakutan, takluk, dan menyembah. Adakah yang bisa menjelaskan hubungan peradaban kita dengan peradaban Maya - Inca dalam menghadapi bangsa Sumeria?


BERSAMBUNG...............

Baca Juga:

Misteri Nusantara Kalahkan Peradaban Maya (1)

Misteri Nusantara Kalahkan Peradaban Maya (2)

Misteri Relief UFO di Candi Borobudur

6 komentar:

Wijaya kusumah mengatakan...

tulisan yag hebat luar biasa

salam
Omjay

Meike Lusye Karolus mengatakan...

wahhhh....jadi makin penasaran dengan kelanjutannya...

kalau ikut ekskavasi begitu kayaknya seru ya kak?

Anonim mengatakan...

hal ini menunjukan bahwa apa yang diatakan oleh kitab suci agama samawi (yahudi, kristen, islam) cukup benar bahwa seluruh umat manusia dahulu adalah keturunan nabi nuh, yang membangun peradaban besar ditimur tengah (babilonia sumeria dll). seluruh moyang manusia datang dari situ. tentu saja setelah dihancurkannya menara babel dahulu. meskipun para ahli sejarah mengatakan bahwa nenek moyang bangsa indonesia (ras melayu) disebut berasal dari yunan china. tapi bukanlah suatu bentuk kesahihan sejarah. Dari cerita legenda masyarakat Dayak kalbar misalnya. disebutkan bahwa nenek moyang Dayak kalbar dan sarawak ( rumpun Dayak klemantan dan iban) adalah keturunan PAMA NOH ( pama dalam bahasa Dayak adalah nabi dan noh adalah nuh = nabi nuh) mereka ke nusantara dahulu sewaktu nusantara masih kosong / belum berpenduduk. mereka datang dari BANUA AYA (pusat pemerintahan / kerajaan yang sangat besar). sangat mungkin yang disebut banua aya / kerajaan besar tersebut adalah untuk menyebutkan babilonia / peradaban timur tengah. mereka mengenal JAMAN BATU BASUSUTN (batu bersusun) kemungkinan besar untuk menyebutkan jaman keemasan menara babel.

Anonim mengatakan...

As scholar, how strong will you defend this argument Sir?

Unknown mengatakan...

Mantab

Unknown mengatakan...

Maaf gan, itu bukannya gambar candi sukuh yah..kalau candi cheto itu bentuknya lebih seperti pura di bali

Posting Komentar