Ara, Aku Tak Minta Lebih!

DI hari ini, usiamu tepat enam bulan. Ibumu sangat girang dengan perkembanganmu. Setiap kali aku menelepon ibumu, ia amat bahagia ketika bercerita tentangmu. Kamu sudah bisa tersenyum. Kamu sudah bisa berguling ke samping hingga membuat ibumu was-was. Kamu sudah mulai bisa berbincang, meskipun kalimatmu masih berupa gumaman, tapi ibumu bisa mengenali pola-pola pada bunyi yang kamu keluarkan. Ajaib! Kalian mulai berkomunikasi. 

Ara, selamat menggapai usia enam bulan

Nak. Ibumu bahagia karena kamu telah menggapai usia yang tepat untuk mencoba makanan lain selain air susu ibu (ASI). Sungguh beruntung dirimu. Selama enam bulan ini, ASI menjadi tali kasih yang menautkan dirimu dengan seorang ibu. Kamu sukses melewati masa-masa ketika ASI menjadi satu-satunya cairan yang mengalirkan energi ke seluruh pembuluh darahmu. Kamu layak dapat bintang. Berkat ASI, berat badanmu telah naik hingga dua kali beratmu ketika lahir. Kata ibumu, tinggimu masih sama. Tapi entah kenapa, baju-baju yang dibelikan untukmu kian memendek. Mungkin, ia tak menyadari kalau dirimu telah bertumbuh. 

Dirimu kian mekar dan kelak pipimu akan seranum buah strawberry yang selalu diminta ibumu ketika sedang mengandung dirimu. Kamu akan menjelma sebagai gadis yang manis dan baik. Kamu akan membawa kebaikan bagi alam semesta. Kamu akan membawa kantung berisi benih-benih bahagia dan kelak akan kamu tebarkan ke mana-mana. Kamu akan mengalir bersama sungai-sungai keceriaan, menelusuri celah-celah bebatuan hati semua orang, dan menjadi mata air yang memadamkan rasa haus akan kasih sayang. 

saat Ara di singgasananya

Nak. Mungkin kalimatku terkesan idealis. Aku sedang menanam asa dan harapan untukmu. Kelak kamu punya kebebasan apakah hendak mengikuti ke mana daun-daun harapan itu hendak menyebar ataukah tidak. Kamu bebas. Sebebas merpati ketika hendak merentangkan sayap. Aku dan ibumu hanyalah busur yang merentang. Sedang dirimu adalah anak panah yang akan melesat jauh. Harapanku dan ibumu adalah mercusuar yang menjadi tempat kembalimu kapanpun kamu hendak kembali. Kemanapun kamu hendak mengangkasa, mata ibumu yang kelak menjadi tempat kembalimu demi menemukan kehangatan cinta kasih. 

Di sini. Pada jarak ribuan kilometer dari tempatmu sedang merengek, aku sedang merajut rinduku untukmu. Mungkin rajutan itu kelak akan menjadi temali yang mengikat diriku padamu. Mungkin rajutan ini akan menjadi penanda bahwa diriku adalah seorang ayah yang sedang berusaha menjadi ayah terbaik untukmu. Rajutan ini adalah benang merah yang kubangun untukmu agar selalu mengingatku. 

Nak. Setiap mengingat kata ayah, aku akan mengenang ayahku sendiri. Ia menjadi almahum ketika diriku belum bisa menunjukkan apapun padanya. Ia menemui pencipta-Nya pada saat diriku berusia belasan tahun dan tengah tertatih-tatih menapaki rimba kehidupan. Aku sering mengutuk diriku yang tak bisa memberikan secuil rasa bangga untuknya. 

saat Ara berusia dua hari

Namun setelah menjadi ayah, aku akhirnya tersadarkan bahwa seorang ayah tidak pernah menuntut apapun pada anaknya. Seorang ayah adalah seseorang yang siap mengorbankan apapun demi menghadirkan seulas senyum di wajah anaknya. Aku hanya meminta satu hal buatmu. Kelak ada saat ketika kamu akan ditanya siapa manusia yang paling kamu cintai. Aku akan sangat bahagia jika saat itu kamu secara spontan menyebut nama ibumu. Dan kebahagiaanku akan berlipat-lipat memenuhi semesta ini jika pada saat itu kamu sempat menyebut ayahmu. Itu sudah cukup buatku Nak! Aku tak minta lebih! 


Athens, Ohio, 2 Februari 2012 
 ---- Saat merindukan Ara 
 yang kini berusia 6 bulan

4 comments:

  1. Alhamdulillah, Ara terlihat sehat dan cerdas ya :)

    ReplyDelete
  2. indra3:58 PM

    Ara will say, "I am proud of you daddy" :-)

    ReplyDelete
  3. slamat milad buat Ara, smga menjadi sumber ilham kelak sama seperti ayahnya...semoga berkah slalu buat sekeluarga kanda Yusran...*sy ingin mewakili (walau tak diberi mandat) oleh teman2 di sagan...:)

    salam hangat

    ReplyDelete
  4. terimakasih banyak atas semua motivasi dan pengharapan semua sahabat di sini.

    ReplyDelete

Buku Terbaru Saya

Buku Terbaru Saya
Untuk memesan buku ini secara online, silakan klik foto ini. Thanks.

Terpopuler Minggu Ini

Google+ Followers

Followers

...