Kisah NUR ALAM dari Lapas Sukamiskin

Jembatan Teluk Kendari

Matanya berkaca-kaca saat melihat saya datang menjenguknya. Di Lapas Sukamiskin, dia bukan siapa-siapa. Dia hanya seorang warga binaan di Lapas itu. Dia bukan lagi Gubernur Sultra yang memimpin selama dua periode.

Ketika mondar-mandir Bandung untuk satu pekerjaan bersama Balitbang Kementerian PUPR, saya tiba-tiba terpikir untuk menemuinya. Sebab kantor Kementerian PUPR di Bandung tak jauh dari Lapas Sukamiskin. Saya singgah sejenak untuk bertemu.

Nur Alam yang saya saksikan ini tidak segemerlap dahulu. Dia datang dengan sandal jepit. Dia terlihat kurus. Kumisnya sudah dicukur. Dulu, hari-harinya adalah mendapat penghormatan. Kini, dia sendirian di situ. Dia hanya ditemani sesama warga binaan.

“Saya nda sangka kalau kamu masih ingat saya. Jarangmi orang yang datang lihat saya di sini,” katanya tersenyum. Saya mendengarkan kisahnya. Sejak dia ditahan, banyak orang yang menghindarinya. Dia bukan lagi pusat gravitasi untuk ditemui dan dilobi. Dia kembali menjadi dirinya sendiri, yang sesekali dijenguk oleh keluarganya.

Namun saya datang sebagai orang yang mengenalnya di akhir periodenya sebagai gubernur. Ketika dia dihindari, saya tetap akan mendatanginya. Saya melihatnya sebagai tokoh masyarakat yang perlu ditemui. Saya menjaga silaturahmi dengannya.  

Saya membayangkan betapa kontrasnya dia hari ini dengan sosok yang saya temui tahun 2017 silam. Saat itu, saya datang ke Kendari atas undangan Balitbang Sultra demi menyusun publikasi mengenai perjalanan Sultra di bawah kepemimpinan Nur Alam selama dua periode.

Setiap bertemu dengannya, dia selalu dikelilingi staf dan ajudan. Kalimatnya akan ditafsir menjadi kebijakan. Birokrasi bekerja sesuai arahannya. Di mata saya, dia tak pernah meninggikan diri. 

Pernah, saya datang ke rumahnya bersama kawan-kawan Balitbang. Dia menanyakan apakah kami sudah makan siang. Semua diam. Saya seorang diri yang menjawab belum. Dia lalu meminta sopirnya siapkan mobil. Dia meminta saya menemaninya di mobil. Sepanjang jalan dia cerita mengenai Kendari dan mimpi-mimpinya. Kami menuju restoran paling mewah di kota itu.

Kini, di tahun 2020, dia hanya seorang Nur Alam, tanpa embel-embel jabatan. Dia tetap seperti dahulu. Dia tetap tenang dan tidak meledak-ledak. Malah, dia bisa diskusi dengan santai dan membahas berbagai hal. Dia tetap menjadi figur yang hangat dan menyenangkan.

Bersama Nur Alam di Lapas Sukamiskin


Pertemuan itu menjadi awal dari rangkaian pertemuan selanjutnya. Entah bagaimana caranya, dia beberapa kali menelepon saya malam-malam. Dua pekan sesudah pertemuan di Sukamiskin, dia mengirim pesan agar kami bertemu di Rumah Sakit Bunda, Cikini, Jakarta. Saat itu, putrinya yang tertua yakni Giona melahirkan. Dia diizinkan pihak Lapas untuk menjenguk anaknya di rumah sakit. Di situlah kami kembali berbincang banyak. 

Suatu hari, dia cerita kalau akan ada pertadingan domino di Lapas. Dia berencana akan menghadiahkan buku mengenai perjalanan kariernya selama menjadi gubernur ke beberapa orang. Dia meminta bantuan agar saya mempersiapkannya. 

Dia mengirimkan gambar-gambar infrastruktur yang dibangunnya. Di antaranya adalah Rumah Sakit Bahteramas, Masjid Al Alam, Kendari New Port, gedung Bank Sultra, Jembatan Uluiwoi, juga jembatan Lowu-lowu ke Pulau Makassar. Terakhir, dia juga mengirimkan Jembatan Bahteramas, yang kini disebut Jembatan Teluk Kendari.

Saya meneruskan semua kiriman gambar itu ke seorang graphic designer di Bandung untuk merekam jejaknya.


Masjid Al Alam dan Jembatan Teluk Kendari

Pelabuhan Bungkutoko (Kendari New Port) dan Gedung Bank Sultra

RS Bahteramas dan Jembatan Uluiwoi

Jembatan Pulau Makassar


Kisah Jembatan

Saya tertarik dengan kisah Jembatan Teluk Kendari. Nur Alam pun bercerita banyak tentang jembatan itu, termasuk hal-hal yang tidak pernah diangkat media. Kisahnya panjang.  Kisahnya bermula dari obsesi Gubernur Sultra Edy Sabara yang berkunjung ke San Francisco dan melihat jembatan Golden Gate di tahun 1980.

Nur Alam membayangkan jembatan yang akan dibangun nanti menghubungkan dua kawasan yang dipisahkan oleh Teluk Kendari, yakni sisi utara Kota Kendari (Kota Lama) dengan sisi selatan (Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli). Kawasan Kota Lama, sebagai wilayah pelabuhan, berkembang menjadi kawasan yang kumuh. 

Dulunya, ini merupakan kawasan pecinan dengan ciri khas toko emas yang berjajar di sepanjang wilayah pelabuhan. Namun, seiring kian berkembangnya pelabuhan, kawasan ini berangsur kumuh dengan tumbuhnya lahan-lahan peti kemas. Sempit, padat, dan tidak tertata baik.

Jembatan penyeberangan ini dianggap menjadi salah satu solusi. Adanya jembatan akan mempersingkat waktu tempuh di antara kawasan Kota Lama dengan Kecamatan Abeli dan Poasia, serta menciptakan pertumbuhan dan perkembangan kota secara seimbang. Selain itu, akan mendorong tumbuhnya wisata perairan.

Total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk membangun jembatan sepanjang 1.346,37 meter ini sebesar Rp 750 miliar, meskipun secara kontraktual anggaran yang digunakan hanya Rp 729,19 miliar. 

Jembatan dengan lebar 24 meter dan ketinggian 25 meter dari permukaan laut ini akan dikerjakan selama empat tahun, yaitu sejak tahun 2015-2018. Sesuai kontrak, jembatan itu akan rampung pada 8 Desember 2018.  Rupanya bergeser hingga tahun 2020.

Tadinya, pemerintah pusat tak punya rencana bangun jembatan di Kendari. Penduduk Sultra tidak banyak. Ekonominya tidak semeriah daerah lain. Di lokasi jembatan, LHR-nya dianggap rendah. LHR adalah singkatan dari Lalu Lintas Harian, istilah yang digunakan dalam menghitung beban lalu lintas pada suatu ruas jalan dan merupakan dasar dalam proses perencanaan transportasi.

Di Sultra, banyak politisi dan ekonom yang menolak rencana jembatan itu. Banyak pula yang menudingnya telah menghancurkan situs sejarah. Dia menerima tuduhan sana-sini. Apalagi, tadinya jembatan itu hendak dibangun dengan biaya dari Pemerintah Cina, namun gagal. Dia tak henti-henti melobi pemerintah pusat.

Di masa SBY, dia gagal meyakinkan pusat. Dia mendapat harapan di era Jokowi. Lagi-lagi jalannya berliku. Saat melobi ke satu direktur di Kementerian PUPR, dia mengubah strategi. Saat didengarnya direktur itu berbicara dalam aksen Jawa, dia sontak berkata, “Pak, di daerah kami banyak orang Jawa. Bantulah mereka agar punya jembatan.” Kalimatnya menyentuh hati direktur itu.

Puncaknya adalah dia bisa presentasi di depan Jokowi.  Nur Alam meyakinkan Jokowi tentang kalkulasi nilai ekonomi atas jembatan itu. Diasumsikan bahwa jembatan itu akan mampu bertahan hingga 100 tahun. Dengan demikian, dengan anggaran pembangunan Rp 729 miliar itu berarti bahwa rata-rata biaya investasi per tahunnya sebesar Rp 7,2 miliar. 

Nilainya jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah anggaran perjalanan dinas aparat pemerintah dalam setahun. 

“Tapi apa yang terjadi dengan pengembalian dari investasi itu, bisa saya katakan bahwa hari ini investasi negara itu sudah kembali. Hitungannya, hari ini harga tanah di Kota Lama yang hampir menjadi kota mati dan di Lapulu menjadi berkali-kali lipat. Yang untung siapa? Yang untung negara karena aset rakyatnya menjadi meningkat.”

Jokowi mengangguk. Saat itu juga dia perintahkan Menteri PUPR untuk siapkan anggaran. Semua proses langsung dimudahkan. Salah seorang sahabat Nur Alam, Ilah Ladamay, masih terheran-heran dengan keberuntungan Nur Alam. Dia tidak menyangka Jokowi bisa diyakinkan dengan cepat, sehingga saat itu juga memberi perintah ke Menteri PUPR.

sampul buku Di Depan Selalu Ada Cahaya


Tanggal 19 Agustus 2016, ground breaking pembangunan jembatan itu dimulai. Saat peletakan batu pertama, Nur Alam agak emosional bercerita perjalanannya membangun jembatan. Dia dituduh jadi antek Cina, setelah itu dituduh menggusur dan menghancurkan situs. 

“Di tahun terakhir ini juga saya masih mendapat tuduhan akan membangun hotel bekerja sama dengan pemerintah Cina. Sekarang lihatlah tiang pancang itu. Tiang itu bukan untuk membangun hotel, tetapi untuk pembangunan jembatan. Sekarang orang melihat hasilnya,” katanya.

Di acara itu, Sekjen Kementerian PUPR Taufik Widjoyono yang hadir mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan banyak bocoran kisah.

“Ground breaking pembangunan jembatan sepanjang lebih dari 1.300 meter hari ini kita lakukan. Jembatannya panjang, tapi saya pikir gubernur tahu ceritanya lebih panjang lagi. Ceritanya panjang sekali. Tahun 2008 kita bertemu Pak Gubernur di ruangan saya. Waktu itu jabatan saya masih direktur,” katanya.

Dia melanjutkan: “Proses itu kemudian berjalan, dianggarkan dengan bantuan Cina, namun gagal. Alhamdulillah, pembangunan jembatan hari ini siap kita lakukan. Bagi kami bukan soal mulainya, tetapi lebih penting kapan selesai. Jadi, doanya bukan untuk mulai, tetapi doakan untuk selesai.”

Rupanya, Sekjen Kementerian PUPR ikut menjadi saksi betapa berlikunya proses lobi sehingga jembatan itu bisa dibangun di Sultra. Tanpa proses lobi yang panjang dan melelahkan, jembatan itu tidak berdiri di Sultra, melainkan di daerah lain.

Tentu saja, ada banyak pihak yang terlibat dalam proses pembangunan jembatan. Namun, jika ditelaah lagi, jembatan itu bisa berdiri karena peran penting dari beberapa sosok. Mulai dari Nur Alam yang mengeksekusi ide-ide jembatan menjadi rencana dan mewujudkannya melalui lobi maraton, Presiden Jokowi yang menyetujui semua gagasan Nur Alam, serta Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono yang mengerahkan "pasukan" untuk mengerjakan perintah Jokowi.

(Selengkapnya, baca di buku Di Depan Selalu ada Cahaya)

*** 

Hari ini, 21 Oktober 2020, jembatan yang dahulu diperjuangkan itu akan segera diresmikan. Nur Alam hanya bisa memantau dari Lapas Sukamiskin. Dia tidak bisa hadir. Tapi, jembatan itu akan selalu menjadi legacy atau warisan yang diberikannya untuk Sultra. 

Setiap pemimpin akan memiliki legacy. Warisan itu akan sangat bermakna jika pemimpin itu hidup dengan nilai-nilai untuk kemudian mentransformasikannya dalam bentuk kebaikan dan kemaslahatan bagi banyak orang yang dipimpinnya. 

Kata Donald J MacGammon, “leadership is action, not a position.” Kepemimpinan adalah serangkaian tindakan, bukan sekadar posisi yang menempatkan seseorang lebih tinggi. Di Sultra, Nur Alam meninggalkan legacy, yang tidak hanya berupa fisik, tetapi juga kemampuan lobi, manajerial, serta kemampuan menggerakkan orkestrasi birokrasi.

Kalaupun hari ini dia berada di Lapas Sukamiskin, bukan berarti kita harus mengabaikan semua apa-apa yang pernah dia raih. Pada satu masa, dia pernah bekerja dan berbuat banyak untuk Sultra, yang hari ini bisa kita lihat pada berbagai bangunan dan jejak yang ditinggalkannya.

Saya ingat James Kouzes dan Barry Posner dalam buku A Leader’s Legacy menyebutkan, “leadership is about leaving a lasting legacy”. Kepemimpinan adalah bagaimana meninggalkan warisan yang bertahan. Kepemimpinan adalah meninggalkan “warisan” yang tak lekang ditelan jaman. 

"Semoga Sultra selalu lebih baik," demikian kalimatnya saat saya meninggalkan Lapas. Semoga dia pun selalu baik-baik saja.



78 komentar:

Unknown said...

Semoga menjadi pembelajaran bahwa janganlah kita menenggelamkan seribu kebaikan dengan sebuah kesalahan

Anonymous said...

Sumpah nyesek bacanya sampai nangiss...
Bangga dngan gubernur nur alam
Smga Allah sllu mlindungi beliau amin ya rabb

Unknown said...

Baarakallahu Pak...

Unknown said...

Semoga bapak nur alam sehat selalu ,cuman masa pemimpinan bapaklah di Kendari banyak yang nampak pembangunan.,salut sama bapak

Anonymous said...

Dan air mata haru saya mengalir membaca kisah ini,,,,, sehatlah selalu, pak...

Akang gondrong said...

Inspiratif, sehat selalu pak Nur Alam, jasa & baktimu akan selalu dikenang

Akang gondrong said...

Inspiratif, sehat selalu pak Nur Alam, jasa & baktimu akan selalu dikenang

Unknown said...

Kini Karya - karya beliau telah di Nikmati Oleh Masyarakat Sulawwai Tenggara dan kini pula Sulawesi Tenggara semakin dikenal oleh Dunia bahwa ada sosok Putra Daerah yang bernama NUR ALAM peletak Pembangunan masa depan di Prov. Sulawesi Tenggara. TERIMA KASIH pak NUR ALAM Maha Karyamu tetap kami kenang dan dinikmati oleh anak cucu kami.
SEMOGA BELIAU SELALU DALAM LINDUNGAN TUHAN. AAMIIN

Lilypoet said...

Masya allah.. Sehat selalu pak, bapak pembangunan sultra.. Semoga menjadi Inspirasi untuk kami generasi muda kedepannya..

Hendra said...

Kami putra sultra...tak akan pernah melupakanya"dialah sosok yg luar biasa...

Unknown said...

Sangat inspiratif. Semoga bapak nur alam panjang umur sehat selalu serta bisa memberikan ide2 demi membangun sultra

Unknown said...

Terimakasih bapak pembangunan H NUR ALAM.

Putri Sultra said...

MasyaAllah,,sehat selalu bpk Nur Alam,,,putra terbaik Sultra,,,kami sebagai putra putri dari Konsel khususnya dari kec. Konda,,sangat bangga kepada beliau,,,Sehat selalu pak,,,doa terbaik kami selalu bersama bapak,,,������������

Putri Sultra said...

MasyaAllah,,sehat selalu bpk Nur Alam,,,putra terbaik Sultra,,,kami sebagai putra putri dari Konsel khususnya dari kec. Konda,,sangat bangga kepada beliau,,,Sehat selalu pak,,,doa terbaik kami selalu bersama bapak,,,������������

Unknown said...

Semoga pak nur alam selalu diberikan kesehatan dan umur panjang..bpk adalah sosok yang patut dijadikan contoh dlm kebijakan pembangunan...super sekali

Paterai Tjulang said...

Sayang karya2 beliau belum selesai diakhir masa jabatannya sebagai Gubernur. Namun terbelit masalah hukum. Karyanya tetap dikenang masyarakat, dan merupakan pelajaran besar bagi kita semua🙏

Anonymous said...

Sehat selalu buat bapak nur alam

HanaCN said...

Pedih nya hatiku.... Semoga allah selalu melindungi beliau dan selalu memberikan kesehatan dan umur panjang... Aminn��

HanaCN said...

Pedihnya hatiku terasa... Semoga allah swt selalu melindungi beliau dan memberi kesehatan serta umur panjang... Aminn

sahirman_smpn2wawotobi said...

Terimakasih kasih pak Nur Alam atas karya besarmu saya dan keluarga bisa bersujud sholat di masjid tengah laut

amrun kahar said...

terharu...semoga tetap kuat pak nur alam.

Unknown said...

Masyaa Allah...Semoga Allah selalu memberkati dan memberikan kesehatan untuk pa nur alam. Kami akan selalu merindukanmu...bagi kami...kepemimpinanmu di sultra belum tergantikan sampai saat ini...terima kasih pa gubernur Alam...

amrun kahar said...

terharu...semoga tetap kuat pak nur alam.

amrun kahar said...

terharu...semoga tetap kuat pak nur alam.

Bung Baladil said...

Lebih muda tanpa kumis.. sehat selalu pak NA

Marniiamiru said...

Sehat selalu pak, smoga kami adalah generasi penerus yg bisa memberi perubahan utk SULTRA

Marniiamiru said...

Sehat selalu pak

Unknown said...

Perjalan bpk sbg pemimpin semoga menjadi inspirasi dan penyemangat buat generasi selanjutx, salut dan kagum saya buat bapak atas pengabdian dedikasi bapak dalam membangun sultra... tak ada gading yg tak retak, semoga Allah membalas semua kebaikan dari bapak.....

Marniiamiru said...

Sehat selalu pak

Anonymous said...

Bangga denganmu pak,sehat selalu😇

Salah satu rakyatmu said...

Selalu dalam lindungan Allah SWT Bapak Nur Alam salah satu Gubernur terbaik di Sulawesi Tenggara, saya tahu siapa yang menggagas ide2 pembangunan dan akan saya ceritakan kelak kepada anak dan cucu saya! Semoga ketaladananmu akan selalu menjadikan seorang yang tak akan terlupakan! Sedih membaca ini tapi saya yakin You Good Man Pak Nur Alam

Aviah said...

Barakallah pak nur alam😇😌 semoga sehat selalu dan panjang umur🙏🏻

Aviah said...

Barakallah pak nur alam😇 semoga panjang umur, sehat selalu. Aamiin

Wuuach said...

Selalu sehat pak, sebelum saya mengetahui banyak hal tentang bapak. Jujur saya membenci bapak mungkin karna saat itu saya belum mengetahui banyak hal tentang politik dan pemerintahan. Sekarang saya sudah sedikit mengerti. Dan saya terharu membaca cerita ini dan saya bangga dengan bapak. Terimakasih pak untuk segala pembangunan yang telah bapak upayakan.

Unknown said...

Semoga sehat selalu,, bapak pembangunan Sultra...

Dearisky said...

Sehat selalu "BAPAK PEMBANGUNAN SULTRA"
Semoga Ide2 bapak Nur Alam menjadi tonggak pembangunan SULTRA dimasa yg akan datang

Unknown said...

Sehat sllu pak Nur Alam, mninggalkan jejak² yg baik selama memimpin sultra. proud you 😇

Waboli said...

Sudah menjadi tanggung jawab pemimpin untuk membangun daerahnya dan bukan tanggung jawab pemimpin untk mengambil money rakyat. terumakasih

Unknown said...

Sehat selalu pak

Unknown said...

Sehat selalu pak, smg msh bs menikmati karya2 monumental bapak kelak

Unknown said...

Percayalah Allah maha tahu, lg mendengar suara hati dan do'a2 atas kebaikan bp Nur Alam, dunia tak berarti, akhirat selamanya...seluruh maha karya papa giona adlh ladang jaaryah yg tak putus, pahalanya mengalir sampai jauh...aamiin

Unknown said...

Semoga sehat selalu dan diberi umur yg oanjang...bapak pembangunan sultra...aamiin yra

Unknown said...

Trimakasih pak H.Nur'alam...sejak kepemimpinan beliau banyak memberikan perubahan positif bagi masyarakat sul-tra pada umumnya...dan beliau adalah sosok yg pemimpin yg adil..bisa merangkul semua elemen masyarakat, dari berbagai suku, agama, ras dan budaya itu sendiri.dan segala abdi dan ide2 cemerlang yg ditorehkan akan bernilai ibadah di hadapan Allah swt...insya Allah bapak di anugrahkan kesehatan dan umur panjang...aamiin

Hardiman Panre said...

Bismillah
Semoga pak nur alam sehat selalu dan diberikan umur yang panjang dan hidayah,dan satu lagi semoga bapak selalu sabar dalam menjalani nya aamiin����

Anonymous said...

Terimakasih pak Nur alam, semoga Allah SWT selalu melindungimu

Unknown said...

Sehat selalu pak Nur Alam, semoga jasa mu akan menjadi amal jariyah bapak

Ijha Narmala said...

Semoga selalu di berikan kesehatan pak

rusmanraus said...

Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Sehat selalu Bapak pembangunan daerah Sultra, terima kasih atas jasa jasamu membangun Daerah Sulawesi Tenggara, salam hormat dari Rusman Di Labibia Kendari

rusmanraus said...

Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Sehat selalu Bapak pembangunan daerah Sultra, terima kasih atas jasa jasamu membangun Daerah Sulawesi Tenggara, salam hormat dari Rusman Di Labibia Kendari

rusmanraus said...

Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Sehat selalu Bapak pembangunan daerah Sultra, terima kasih atas jasa jasamu membangun Daerah Sulawesi Tenggara, salam hormat dari Rusman Di Labibia Kendari

Dg Ricardo said...

Saya orang Makasar, pernah jalan2 ke kolaka. Waktu itu ada survei pilkada dsna sy banyak mendengar cerita tentang trek record perjalanan bpk masa itu menjabat sebagai gubernur, hampir semua masyarakat yg sy tanya mereka semua senang dengan kepemimpinanya bpk.

Sehat selalu Bpk Pembangunan Sultra.

teawee is on my mind said...

Ingin rasanya punya buku karya beliau...
Barakallah Pak tetap produktif sangat inspiratif #bangga

BELAJAR ASYIK DI POJOK BACA said...

Sehat selalu pak, semoga Allah selalu menjaga dan melindungi

Anonymous said...

saya doakan semoga bpk tetap sehat dlm lindungan Allah..tidak ada gading yg tdk retak... keberhasilan bapak dlm membangun sultra mudah2n menjadi insipirasi anak2 daerah.... dan inpirasi kedepan calon2 pemimpin2 daerah ini ut melebihi prestasi pembangunan yg pak nur alam capai..
barakallahu fikum pak nur alam.

Anonymous said...

saya doakan semoga bpk tetap sehat dlm lindungan Allah..tidak ada gading yg tdk retak... keberhasilan bapak dlm membangun sultra mudah2n menjadi insipirasi anak2 daerah.... dan inpirasi kedepan calon2 pemimpin2 daerah ini ut melebihi prestasi pembangunan yg pak nur alam capai..
barakallahu fikum pak nur alam.

RhyanAR said...

Semoga sehat selalu pak. Sultra merindukan sosok pemimpin sepertimu. Semoga engkau kelak menjadi ahli surga aamiin.

Anha said...

Ya Allah sehatkan lah beliau berikanlah umur panjang.. agar bsa kembali menajdi pemimpin Sultra.. beliau org baik terlalu banyak jasa yg dia buat d Sulawesi tenggara ����

Anha said...

Ya Allah sehatkan lah beliau berikanlah umur panjang.. agar bsa kembali menajdi pemimpin Sultra.. beliau org baik terlalu banyak jasa yg dia buat d Sulawesi tenggara 🥺🙏

Unknown said...

Masyallah Tabarakallah,,, sy sebagai Alumni Pasca cerdas Sultraku dimasa pemerintahan Beliau sangat terharu dan bertrima kasih krn tanpa bantuan pendidikan yg dicanangkannya utk kami anak2 sultra yg kurang mampu bisa menikmati pendidikan tinggi berkat ide2 cemerlang beliau 🙏 sllu teringat pesan Pak Nur Alam utk mahasisiwa n mahasisiwi CS semasa beliau menjabat Gubernur Sultra, kami diundang utk bertatap muka langsung dikantor Gubernur Sultra sungguh penghargaan yg luar biasa bagi kami🙏 penyampaian beliau selain membanguna infrastruktur beliau jga hrs membangun Sumber daya manusianya krn dengan SDM sultra yg meningkat dpt meningkatkan SDA yg baik apa bila anak CS tlh kembali kedaearahnya masing2 utk memajukan Sultra. Bapak pembangunan Sultra semoga beliau sll dlm penjagaan Allah SWT Barakallah 🤲😇

Anonymous said...

Barakallah pak...
Beliau org baik yg pantas untk di kenang..bxak hal positif yg ia brikan untk sultra.. Trima kasih pak smua yg engkau brikan untk sultra sdh di manfaatkan org bxak.... InsyaAllah dri mulut mreka akan trucap doa kselamatan dunia dan akhirat untk bpak...
Plajaran yg sangat brharga dri kisah di atas bahwa jng menjadikan jurus satu ksalahan sseorg untk di jauhi tanpa mnimbang apa yg tlah org trsebut brikan untk kbaikan...

Anonymous said...

Alhamdulillah hampir semua pulau sdh tersambung lewat kendaraan darat dengan adanya pembangunan pelabuhan2 fery dan membuka keterisolasian bbrp wilayah, seandainya Bapak masih Gubernur saya mau usulkan pelabuhan fery yg menghubungkan Laonti - Wawonii dan Wawonii - Labuan (buton utara)...
Masya Allah, semoga apa yg bapak telah usahakan menjadi Amal Jariah... Amiin

Anonymous said...

Alhamdulillah hampir semua pulau sdh tersambung lewat kendaraan darat dengan adanya pembangunan pelabuhan2 fery dan membuka keterisolasian bbrp wilayah, seandainya Bapak masih Gubernur saya mau usulkan pelabuhan fery yg menghubungkan Laonti - Wawonii dan Wawonii - Labuan (buton utara)...
Masya Allah, semoga apa yg bapak telah usahakan menjadi Amal Jariah... Amiin

Hidayatil Fajeriah said...

Baca sambil mewek, valid no debat

Riskamenge said...

Sehat selalu pak,GBU😇

Riskamenge said...

Sehat selalu pak,GBU😇

Unknown said...

Semoga Beliau selalu dalam lindungan Allah SWT, selalu semangat Pak, orang orang baik selalu bersama Bapak..

Unknown said...

"Leiden is Lijden" H. Agus Salim

Tetap semangat pak

Sultan Herlino said...

Seorang yang visioner, akan selalu dikenang...

Anonymous said...

Proud of you, the real mr. Governor👍

Anonymous said...

Ther real governor,,the real visioner,, sehat terus pak Alam

Noval said...

Semoga beliau di beri kesehatan dan umur panjang. Beliau adalah sosok pemimpin yang saya banggakan, di masa beliau memimpin SULTRA Allah membuka pintu langit dan bumi untuk kemajuan dan kesejahteraan SULTRA seperti nama beliau NUR ALAM yang saya artikan CAHAYA ALAM untuk SULTRA khususnya. Salam hormat pak

Noval said...

Semoga beliau di beri kesehatan dan umur panjang. Beliau adalah sosok pemimpin yang saya banggakan, di masa beliau memimpin SULTRA Allah membuka pintu langit dan bumi untuk kemajuan dan kesejahteraan SULTRA seperti nama beliau NUR ALAM yang saya artikan CAHAYA ALAM untuk SULTRA khususnya. Salam hormat pak

Kenzu said...

Sehat slalu pak, Semoga slalu dalam lindungan ALLAH SWT,Aminn

Unknown said...

Tak terasa air mata ni jatuh bercucuran,sya bangga dgn bpk nur alam ,sehat selalu pak kami anak sultra bangga dgn bpk,dan akan kami kenang smpai kpanpun.

Unknown said...

Well written bung Yos. Tahun lalu saya sempat singgah di masjid 'Nur Alam' dan mendengar langsung cerita teman yg mengantar saya ttg kehebatan beliau. Saya menyaksikan sepanjang Kendari sampai Konsel memang semakin menggeliat. Bravo pak Nur Alam.

Belajar Bahàsa said...

Tetap semangat menulis

HENIARTI said...

Yes... Sy trmsuk warga yg menikmati dan melihat peninggalan2 beliau. Sangat berbeda memang ketika beliau msih memimpin sultra. Sehat2 pak... Percayalah... 1 kekhilafan tdk akan menutup seribu kebaikan bapak.

HENIARTI said...

Yes... Sy trmsuk warga yg menikmati dan melihat peninggalan2 beliau. Sangat berbeda memang ketika beliau msih memimpin sultra. Sehat2 pak... Percayalah... 1 kekhilafan tdk akan menutup seribu kebaikan bapak.

Post a Comment