Akhir Kisah HICCUP dan TOOTHLESS




Sejak trailer film How to Train Your Dragon 3 (HTTYD3) muncul, saya sudah niatkan untuk nonton. Ditambah lagi, anak-anak tak sabar menyaksikannya. Kebetulan, di hari pertama film ini tayang, saya menjemput anak istri di lokasi fieldtrip sekolah. Pulangnya, kami singgah nonton di bioskop.

Di mata saya, film HTTYD adalah film fantasi penuh petualangan yang sarat pesan-pesan penting dalam bahasa sederhana. Film ini bercerita tentang Hiccup, anak remaja yang tampak lugu, bodoh, serta selalu menjadi pecundang dalam banyak hal. Hiccup ibarat Harry Potter yang tampak ringkih, tapi cerdas dan penuh kejutan.

Dalam film pertama, Hiccup digambarkan berhasil menaklukkan naga paling kuat yakni Toothless, yang kemudian menjadi teman setianya. Dalam film kedua, Hiccup dan Toothless berhasil mengalahkan penjahat paling hebat. Hiccup menjadi ketua suku, menggantikan ayahnya yang tewas. Sedangkan Toothless menjadi alfa, pemimpin para naga.

Film ketiganya tak kalah seru. Hiccup, sebagai ketua suku, punya beban besar untuk menjaga wilayahnya sekaligus melindungi naga. Demikian pula dengan Toothless. 

Namun, dalam film ini, Toothless tak sendirian. Dia menemukan naga jenis light furry yang kemudian ditaksirnya. Di sini terdapat banyak kekonyolan yang membuat kami terpingkal-pingkal selama menyaksikannya.

Musuh yang dihadapi lebih jago dari musuh di film pertama dan ketiga. Kali ini, Hiccup mendapatkan lawan sepadan yakni seorang spesialis pembunuh spesies Tootless yakni night furry. Misi Hiccup menjadi tidak mudah. 

Tapi sebagaimana film lainnya, selalu ada jalan keluar dari setiap krisis. Hiccup harus belajar menjadi dirinya sendiri. Dia mesti memecahkan masalah, tanpa harus bergantung pada Toothless. Dia mesti menjawab kalimat sinis dari lawannya, “Without your dragon, you’re nothing!”

Sejujurnya, saya lebih menyukai film pertama dan kedua. Lebih banyak kejutan di situ. Namun, film ini tetap saja punya elemen yang bikin hidup suasana. Bagian akhir film ini juga cukup mengharukan sebab Hiccup dan Toothless akhirnya berpisah demi keselamatan para naga. 

Ketika Toothless akhirnya pergi, saya merasa kehilangan. Untunglah, di bagian paling akhir, Hiccup yang telah menikah dengan Astrid, serta telah memiliki dua anak, bertemu dengan Toothless dan pasangannya yang telah memiliki tiga anak. Bagian ini cukup menghibur.

Sepulang ke rumah, saya memikirkan apa yang membuat saya begitu menyukai semua film HTTYD. Saya menemukan dua jawaban.

Pertama, kisah HTTYD adalah kisah persahabatan. Hiccup selalu menjalankan misi bersama sahabat-sahabatnya. Mereka adalah tim yang kompak, yang bekerja efektif serta penuh canda tawa. Sebagai sahabat, mereka saling percaya dan tidak pernah meninggalkan yang lain. Ketika Hiccup memutuskan untuk menyerbu, semua sahabatnya ingin ikut. Saya rasa, seperti itulah peran sahabat yang sesungguhnya.

Kedua, saya menyukai karakter jagoan seperti Hiccup. Sebagai pemimpin para viking, Hiccup tampak sangat rapuh. Dia bukanlah sosok yang tampak tegap dan berpidato dengan retorika mengguntur. Bukan pula sosok yang main tampar kiri kanan. 

Dia orang biasa yang brilian dan pikirannya selalu penuh kejutan. Dalam banyak krisis, dia selalu punya jalan keluar, yang seringkali nekat dan tak terduga. Dia berani dan juga penuh perhitungan. Tak heran, yang dikalahkannya adalah musuh yang terlihat perkasa, cerdas, berotot, dan menyeramkan.

Sepulang nonton film itu, saya menyaksikan media sosial yang sedang dipenuhi perdebatan tentang pemimpin. Sepertinya, saya tidak begitu suka pemimpin yang retorik dan menyebar kebencian. Saya lebih suka sosok yang selalu memikirkan jalan keluar, bukan sekadar menyalahkan situasi.

Saya menyukai sosok yang biasa saja, tapi punya pengalaman bekerja dan melayani orang lain. Sosok itu tak harus sempurna, tapi saya bisa melihat bahwa dirinya sedang bekerja keras dan penuh daya upaya, di tengah cerca, kritik, dan caci dari mereka yang selalu mengeluh.

Saya menyukai sosok seperti Hiccup, yang inspiratif dan bisa menggerakkan orang lain. Semoga saja, banyak sosok seperti ini yang bermunculan di sekitar kita. Semoga.


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Buku Terbaru Saya

Buku Terbaru Saya
Untuk memesan buku ini secara online, silakan klik foto ini. Thanks.

Terpopuler Minggu Ini

Followers

...