Suatu Sore di Pantai Kamali

DI sini, di Kota Bau-bau, tak banyak hiburan. Tak ada taman hiburan. Tak ada taman bermain. Untunglah, kota ini punya ruang-ruang publik yang bisa menjadi kanalisasi dari keinginan public untuk bercengkerama bersama keluarga. Seperti sore ini di Pantai Kamali. Saya menyaksikan permainan odong-odong yang dikendarai seorang anak dengan oenuh kegembiraan. Sementara orang tua juga bahagia melihat anaknya yang menikmati permainan tersebut.


Sore ini, saya juga melihat banyak lingkaran warna-warni yang dijual. Lingkaran itu adalah permainan hula-hula, permainan yang saat ini tengah digandrungi. Baik lelaki maupun perempuan usia sekolah dasar (SD) sama-sama menggemari permainan ini. Hampir di semua sudut kota bisa ditemukan anak-anak yang tengah bermain hula-hula. Andaikan saya masih kanak-kanak, mungkin saya akan berucap, “Kita memang tak punya taman bermain seperti Disneyland. Tapi kita tidak akan pernah kehilangan bahagia. Kitapun berhak untuk bermain dan berbahagia.”


1 komentar:

Anonim mengatakan...

pantai kamali, layak jg dinikmati saat malam. Dengan saraba dan gorengan sambil menikmati semilir angin dr pantai. kenali negerimu, cintai negerimu

Posting Komentar