Road to Pasarwajo


PERJALANAN ke Pasarwajo –ibukota Kabupaten Buton-- masih seperti 10 tahun yang lalu. Jalanan masih rusak parah dan membuat perjalanan ke sana jadi sangat berat. Saya heran, mengapa jalanan menuju Pasarwajo sampai sekarang tidak juga diperbaiki.

Padahal, presiden Indonesia sudah berganti sampai enam kali, sudah puluhan orang yang jadi Gubernur Sulawesi tenggara, dan puluhan orang pula yang menjabat sebagai Bupati Buton. Namun hingga kini, tak ada itikad baik untuk memperbaiki jalan menuju Pasarwajo. Jangan-jangan, dana perbaikan jalan itu sudah dikorupsi.

Jarak sejauh 48 kilometer itu saya tempuh hingga dua jam. Itupun, saya beberapa kali berhenti di tengah jalan untuk istirahat. Tepat di kilometer 33, saya singgah cukup lama dan makan jagung muda di satu warung kecil. Warung itu terletak di tengah hutan lebat. Pemilik warung itu pandai juga melihat lokasi yang strategis untuk menambah keuntungan.

Menurut ibu pemilik warung, tidak semua jualan itu diambil dari kebunnya. Banyak yang dibelinya di pasar, sebab tidak setiap saat kebunnya punya sesuatu untuk dipanen. Ia juga mengatakan bahwa rata-rata pedagang di situ adalah orang Cia-Cia. Pantasan, ketika ia berbicara dengan anaknya, saya hanya samar-samar memahami bahasa yang digunakannya. Cia-Cia adalah satu subetnis di dalam etnis Buton. Jumlah mereka cukup banyak. Bahkan, mjantan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali mazi juga etnis Cia-Cia dan besar di Pasarwajo.

Usai ngobrol dan menikmati jagung kuning, saya melanjutkan perjalanan. Memasuki beberapa kampung seperti Lapodi dan Wasaga, jalanan masih rusak parah. Untunglah, perjalanan sudah tidak jauh lagi, yaitu sekitar 15 kilometer. Penderitaan saya selanjutnya berakhir ketika memasuki gerbang Pasarwajo. Jalanannya mulai baik. Pasarwajo masih seperti 10 tahun lalu. Masih indah dipandang mata.(*)

3 comments:

  1. Anonymous1:25 PM

    Katanya TAMBANG ASPAL??????????????? itulah Indonesia jual yang bagus-bagus dipakai sendiri yang jelek-jelek

    ReplyDelete
  2. pasar wajo ladang untuk korup para pejabat,,,

    ReplyDelete
  3. ya..........,maklum mereka termasuk orang-orang yg baru pegang jabatan atau di istilahkan OKB......

    ReplyDelete

Buku Terbaru Saya

Buku Terbaru Saya
Untuk memesan buku ini secara online, silakan klik foto ini. Thanks.

Terpopuler Minggu Ini

Google+ Followers

Followers

...