Orasi "Safety Matches"




Dia membayangkan ratusan mahasiswa yang sedang berdemonstrasi dengan jaket almamater. Nyali lelaki itu langsung keder. Dia tiba-tiba nervous. Dia tahu dia akan diminta orasi di hadapan massa mahasiswa. Masalahnya, dia tidak tahu hendak ngomong apa.

Malam sebelumnya dia menemui saya di pondokan mahasiswa. Dia tahu kalau saya sedang tidak niat ikut demonstrasi. hari itu, saya akan ujian. Baginya, ini kesempatan emas untuk mengeluarkan kutipan yang selalu saya teriakkan saat orasi. "Yos, saya udah bayangin mahasiswi akan histeris saat saya baca puisi."

Dia sejak lama cemburu dengan gaya orasi saya yang katanya tenang, serta sesekali mengutip syair dan puisi. "Kamu selalu bisa bikin mahasiswa hanyut, lalu tinju mengepal ke langit. Ajarin dong," katanya.

Sejak dulu, dia mengangkat saya sebagai gurunya. Saya pernah mengajarkan beberapa kutipan dari Antonio Gramsci, seorang Marxis Italia. Pernah pula saya beritahu kutipan dari Marx, yang kemudian selalu dimodifikasinya saat orasi: "kaum Jomblo sedunia, bersatulah."

Malam itu, saya ajarkan kutipan dari Rendra: "Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala. Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata." Ini puisi yang selalu efektif membakar semangat massa. Kutipan yang sama dahsyatnya dengan puisi Widji Tukul: "Hanya ada satu kata. Lawan!!"

Tapi sampai menjelang pulang, diulang-ulangnya semua kutipan itu. Dia bayangkan cewek yang ditaksirnya akan histeris. Tapi dia tak hafal2 juga. "Bisa mati saya kalau orasi kayak baca sambutan." Saat termangu, saya menatap korek di tangan. Aha! Ada ide berkelebat.

"Gini aja deh, kamu ucapkan safety matches polar bear. Tapi sampaikan dengan cepat seolah-olah itu bahasa asing." Dia tersenyum.

Hari ini saya sedang menunggu di depan ruang ujian. Di sana, sejumlah mahasiswa sedang berdemonstrasi. Saya mengenali suaranya yang menggelegar. Saya mendengar jelas dia berkata: "Mahasiswa harus bangkit dan berani menebas sejarah, sebagaimana dikatakan puisi Yunani yang bunyinya safety matches polar bear"

Suaranya tak terdengar jelas karena ditelan sorak-sorai mahasiswa. Semua berteriak "hidup mahasiswa." Bahkan ada mahasiswa yang spontan berlari menembus penjagaan aparat. Hari itu, mahasiswa long march sejauh 9 kilometer. Sepanjang jalan meneriakkan yel-yel.perlawanan.

Dalam hati saya berbisik, semuanya berkat kutipan "safety matches polar bear."



0 komentar:

Post a Comment