De Maccasare ze Rovers




Ayolah anak-anak PSM. Kalian diwarisi sejarah hebat tentang perlawanan yang tak pernah surut. Tiga abad lalu, pasukan kompeni VOC amat gentar jika berhadapan dengan pasukan yang dipimpin Karaeng Galesong. 

VOC menyebut pasukan itu sebagai De Maccasare ze Rovers atau bajak laut Makassar. Pasukan itu bergerak cepat dan mengerikan laksana lanun. Pasukan itu punya spirit tak kenal kompromi. Sekali merengkuh dayung, tak ada istilah kembali.

“Kualleangna tallanga natoalia.” Lebih baik kupilih tenggelam dari pada kembali. Demikian ikrar Karaeng Galesong ketika meneror VOC hingga bertualang hingga tanah Jawa. Mereka melawan kompeni di manapun, di pelabuhan-pelabuhan, juga di atas kapal-kapal yang menembus samudera.

Kini kalian, pasukan ayam jantan PSM, sedikit lagi akan menantang macan Persija. Pertandingan bukan di atas lautan. Tapi percayalah, semangat Karaeng Galesong itu ibarat api yang membakar kalian hingga menyala-nyala hingga permainan kalian bisa selevel dewa di Stadion Mattaoanging.

Di atas lapangan hijau itu, tampilkanlah permainan terhebat sebagaimana pernah ditampilkan dengan gagah berani oleh nenek moyang kalian saat melawan VOC di tahun 1669. 

Sejarawan Anthony Reid mencatat, nenek moyang kalian telah mempersembahkan satu perempuran paling brutal dan paling megrerikan yang pernah dihadapi VOC di negeri-negeri bawah angin.

Jika semangat kalian mulai pudar, jika phinisi mulai tak dapat angin, jika juku eja atau ikan merah mulai terdampar di pasir, rapalkan mantra dari seorang prajurit bernama I Mangngopangi Daeng Ngutung di hadapan Kareng Galesong:

Punna nia bura’ne karaeng rewanggang na inakke
Sere’lipa kuruai kusionjo’ tompo bangkeng
Kusikekke kamma lame kukamma mamo kicini karaeng

"Jikalau ada lelaki yang lebih jantan dari saya karaeng
Satu sarung kami berdua saling beradu
Saling merobek layaknya ubi, seperti itulah yang karaeng lihat"

#ewako #psm


0 komentar:

Posting Komentar