Profesor Penulis Dongeng


BARUSAN saya nonton film The Chronicle of Narnia 3: The Voyage of Dawn Treader. Film ini diangkat dari kisah Narnia yang ditulis CS Lewis, seorang novelis kondang asal Inggris yang wafat pada tahun 1963. Lewis mulai menulis ketujuh serial Narnia pada umur 50 tahun. Imajinasinya membumbung tinggi, hingga menginspirasi banyak orang termasuk JK Rowling dalam serial Harry Potter.

Saat membaca biodata CS Lewis, saya agak terkejut. Ternyata beliau adalah seorang profesor bidang sastra Inggris di Oxford University. Saya membayangkan betapa hebatnya seorang profesor yang tiba-tiba menulis dongeng, mengajarkan kebajikan lewat naskah-naskah yang menginspirasi anak-anak. Saya membayangkan dunia profesor adalah dunia yang lekat dengan rumus, teori, dan paradigma. Seorang profesor seolah hidup di langit teori, lalu melihat kenyataan dengan cara pandang teori.

Di negeri ini, amat jarang menyaksikan profesor yang bersedia 'down to earth' dan menuliskan dongeng untuk anak-anak. CS Lewis meruntuhkan tembok-tembok keangkuhan saintifik bahwa seorang profesor pun sanggup menulis hal yang sederhana, dalam bahasa yang dipahami seorang awam, bahkan seorang anak kecil sekalipun. CS Lewis, sahabat dekat JR Toelkin, pengarang Lord of The Rings, adalah manusia-manusia inspiratif yang melintas batas dan tembok pengetahuan demi menuliskan dongeng. Dan kita di zaman ini harus banyak berhutang inspirasi pada penulis sekaliber CS Lewis.(*)

1 komentar:

Unknown mengatakan...

itu karena si CS Lewis sangat religius...saya pernah membaca profilnya, ternyata Kisah narnia dia tulis agar anak-anak juga bisa belajar kebajikan dari cerita itu. makanya cerita narnia mirip dengan kisah dari Bible..ehehehe...

saya udah baca ke tujuh bukunya dan itu bagus sekali, ternyata filmnya juga keren eheheheh..

Posting Komentar