Take Me Out Indonesia


SAAT ini aku sedang menyaksikan tayangan ulang dari program Take Me Out Indonesia di Indosiar. Acaranya semacam kontak jodoh, tetapi dikemas dalam sajian yang menghibur. Puluhan wanita berdiri melingkar dalam satu sudut ruangan. Kemudian dihadirkan seorang pria. Para wanita itu lalu menjatuhkan pilihan, apakah suka ataukah tidak. Sang pria lalu menyeleksi mana yang paling disukainya. Asyik khan?

Bagiku, acara ini cukup menggemaskan. Betapa beruntungnya menjadi pria yang disuka banyak gadis dan bisa bebas milih, sebagaimana milih permen di supermarket. Betapa menyenangkannya memilih-milih mana gadis cantik untuk dipacari atau diajak kencan. Tetapi, aku juga membayangkan, betapa malunya menjadi cowok yang tidak diminati di acara itu.Betapa malunya kalau tiba-tiba saja semua gadis mematikan lampu sebagai isyarat tidak suka. Duh…. Apa kata dunia?

Nah, selama beberapa kali menyaksikan acara ini, aku masih tidak mengerti, apa sih sebenarnya yang dicari oleh para wanita cantik? Apa sih yang dicari seorang pria mapan? Dulunya, aku berpikir bahwa semua wanita pasti menginginkan pria tampan dan kaya raya. Mereka mudah klepek-klepek kalau muncul pria demikian. Namun, saat beberapa cowok yang memenuhi kriteria itu muncul, ternyata tidak semua wanita meminatinya. Tidak semua perempuan berebut cinta untuk pria demikian. Tolok ukur kaya nampaknya tidak berlalu di acara itu. Banyak yang kaya, namun tidak semua wanita tertarik. Justru banyak yang ditolak.

Demikian pula sebaliknya. Ketika muncul beberapa pilihan tentang wanita, justru sang pria memilih wanita yang justru tidak cantik jika dibandingkan dengan pesaing wanita tersebut. Aku kadang gemas. Kenapa nggak memilih yang cantik jelita seperti bidadari? Kenapa nggak memilih yang menggairahkan?

Pada akhirnya aku berkesimpulan bahwa mereka yang mengikuti acara tersebut banyak yang berpikir serius. Memang, bisa saja ada yang hendak bermain-main saja, namun aku yakin jumlahnya tak seberapa banyak. Kebanyakan mereka yang berusia di atas 25 tahun, justru menginginkan hubungan yang serius. Mereka menginginkan yang terbaik, yang bisa memberikan rasa nyaman, dan kelak bisa menjadi kawan untuk selama-lamanya. Mereka mencari pasangan abadi, yang bisa membantu untuk mengambilkan air minum saat tubuh mulai renta dan sakit-sakitan. Mereka mencari seseorang yang bisa diajak bicara tentang segala hal yang remeh-temeh di masa mendatang. Mungkin tentang anak-anak yang sudah jauh pergi entah ke mana. Atau mungkin membahas tentang para cucu yang lucu dan menggemaskan.

Di masyarakat kita, memilih jodoh sangat berbeda dengan memilih pacar. Ketika memilih pacar, maka bisa saja berlaku asas trial and error. Anda bisa saja putus dan jadian dalam seminggu demi menemukan yang terbaik. Namun urusan jodoh tidak demikian. Semuanya mencari mana yang terbaik. Bukan soal fisik atau kaya. Tetapi soal seberapa nyaman pasangan itu ataukah tidak. Kenyamanan bukanlah soal apa yang tampak di permukaan. Kenyamanan lebih pada aspek psikologis yang membuat perasaan kita adem tatkala memandang wajah pasangan kita. Kenyamanan itu muncul pada rasa yang menyejukkan ketika suatu waktu kita pulang ke rumah, dalam keadaan lelah atau stres, dan tiba-tiba bertemu dengan pasangan kita. Kenyamanan adalah rasa yang menggenang dan keyakinan bahwa pasangan kita memang tercipta hanya untuk diri kita sendiri. Keyakinan bahwa pasangan kita hadir ke bumi untuk menjelmakan bahagia, memadamkan rasa sedih, dan menjadi pohon rindang yang melabuhkan semua pedih dan kesal dalam diri kita. Mungkin itulah yang mereka cari.(*)


Sabtu, 8 Agustus 2009
Pukul 17.57

1 comment:

  1. makin kreatif aja yah...
    acara2 di TV kini sudah beragam...

    apalagi sekarang ada ajang pencarian jodoh segala...
    apakan ini hanya bohongan atau beneran?
    saya sendiri masih bingung dan belum yakin ko...

    tapi keren juga sih, bisa buat hiburan dirumah...

    apalagi kini masyarakat sudah bisa menilai sendiri mana tontonan yang layak dan ga layak untuk dinikmati...
    semoga pertelevisian kita bisa semakin dewasa dan semakin baik dalam menyajikan tayangan2.
    kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang

    ReplyDelete

Buku Terbaru Saya

Buku Terbaru Saya
Untuk memesan buku ini secara online, silakan klik foto ini. Thanks.

Terpopuler Minggu Ini

Google+ Followers

Followers

...