Sepenggal Kisah Kaisar Amerika




Pria itu tiba-tiba saja mengaku sebagai raja. Di Amerika Serikat yang semua warganya adalah imigran, dia memproklamirkan diri sebagai Kaisar Amerika Serikat. Tanggal 17 September 1859, Joshua Abraham Norton membuat deklarasi yang dimuat San Francisco Buletin yang menyatakan dirinya kaisar: “I’m the emperror of the United States.”

Dulu dia seorang pedagang yang kemudian bangkrut. Ia kehilangan harta, juga kewarasannya. Dia pun mengaku raja. Dia lalu berkeliling San Francisco dengan mengenakan seragam perwira angkatan darat yang lusuh dan pudar. Dia penuh percaya diri.

Dia menyebut dirinya sebagai Kaisar Norton I, Dia berkeliling kota bersama dua anjing setianya lalu menyapa semua orang dengan anggun. Warga kota tidak menampiknya. Mereka membalas semua sapaan. Bahkan warga juga ikut larut dalam kenyataan di pikiran Norton. Warga menyapanya “Yang Mulia.”

Dia seperti Don Quixote dalam novel yang ditulis Miguel de Cervantes. Bedanya, semua warga menerima perannya apa adanya. Kota San Francisco punya reputasi menerima semua imigran, termasuk menoleransi semua kegilaan.

Norton diperlakukan dengan baik semua warga kota. Pemilik restoran menyediakan meja khusus untuknya. Bahkan pertunjukan teater juga menyapanya Yang Mulia serta kursi khusus VIP di balkon jika ada pertunjukan. Semua pegawai negeri pasrah saja saat diminta disiplin oleh Norton. Anehnya, semua arahan dan kritik Norton dijalankan pemerintah kota.

Norton menjadi maskot tak resmi kota. Pemerintah menyiapkan anggaran untuk membiayai rumah Norton, juga baju kaisar yang baru. Pihak percetakan dengan senang hati membuat mata uang kaisar yang diterima sebagai alat pembayaran di semua toko. Bahkan banyak toko membuat boneka Norton dan dijual sebagai cendera mata.

mata uang Norton


Saat seorang polisi hendak menangkap Norton, semua warga protes. Warga menilai Norton tidak merugikan siapa pun. Saat dibebaskan, Norton lalu memberikan pengampunan kepada polisi, serta memberi gelar bangsawan. Sejak saat itu, polisi menghormatinya.

Awalnya semua adalah candaan. Tapi beberapa peristiwa terjadi di kota itu. Pada masa demonstrasi anti-China di beberapa tempat di San Fransisco antara 1860- 1870, yang bahkan sampai menimbulkan kerusuhan, peran Norton ternyata mampu meredakan situasi.

Suatu hari, demonstrasi mulai memanas menjadi kerusuhan, Norton muncul di tengah dua massa yang berhadapan. Ia tetap berdiri tegak dan berupaya menenangkan massa. Lalu ia berdoa secara terus-menerus hingga kedua kubu massa akhirnya terharu pada sikapnya dan membubarkan diri. Tindakan luar biasa ini menimbulkan kekaguman warga yang kini semakin mencintainya.

Media yang sering memberitakan untuk lucu-lucuan tersentak saat Norton mengeluarkan beberapa pikiran bernas. Di masa itu, rasialisme masih sangat kuat. Tapi Norton selalu menekankan kesamaan antara kulit hitam dan kulit putih. Dia juga memihak perempuan yang sering dipinggirkan.

Dalam upaya menyelamatkan AS dari pejabat yang korup, ia mengundang parlemen untuk bertemu di Musical Hall San Francisco pada awal Februari 1860. Ia juga kemudian menyerukan agar Meksiko membatalkan status otonomi khususnya dan berada di bawah perlindungan AS dengan kepemimpinannya. Bahkan dia hendak mengeluarkan dekrit membubarkan Kongres AS saat tidak berpihak pada rakyat.

Maka ia melengkapi gelarnya menjadi Norton I, Kaisar AS dan Pelindung Meksiko (Emperor of the United States and Protector of Mexico).

Bahkan Norton diabadikan dalam sastra yang ditulis pengarang terkenal, Mark Twain dan Robert Louis Stevenson. Pengarang ini mengadopsi karakternya dalam salah satu karya mereka.

Tingkah lakunya yang nyentrik dan seolah merasa dirinya memang kaisar menjadi semacam “simbol” bagi warga San Fransisko di zamannya. Sebuah fenomena “perlawanan” terhadap ketidakberesan tatanan pemerintahan. Ia menjadi selebriti dan tokoh masyarakat yang paling terkenal masa itu.

Ia memproklamirkan kekaisarannya dan bertahan selama 20 tahun, sampai akhirnya Joshua A Norton meninggal dunia pada 8 Januari 1880. Ia ditemukan roboh di sudut jalan California Street dan Dupont Street (sekarang Grand Avenue) di depan Gereja Old St Mary, saat ia menuju Akademi Sains California.

Harusnya dia dimakamkan di kompleks pemakaman orang miskin. Tapi semua orang kaya San Francisco minta agar dia dimakamkan di tempat paling mewah. Sebanyak 30.000 orang berdiri di pinggir jalan saat jenazahnya dimakamkan dengan upacara besar. Peristiwa itu jauh lebih besar dari pelantikan gubernur.




Makamnya ditandai dengan nisan dari marmer terbaik dengan pahatan: Emperor of the United States and Protector of Mexico, Joshua A. Norton, 1819 – 1880”

Pada 1934, lima puluh empat tahun setelah kematiannya, saat makamnya dipindah, imej Norton I tetap dikenang warga San Fransisko. Pada seremoni pemakaman ulang itu, bendera dikibarkan setengah tiang, aktivitas bisnis dihentikan pada hari itu. Sedikitnya 60.000 orang menghadiri pemakaman tersebut, yang dilakukan dengan upacara militer penuh.

Bahkan pada Desember 2004, sebuah resolusi dibuat untuk memberi nama San Francisco-Oakland Bay Bridge menjadi Norton Bridge sebagai penghormatan pada eksistensinya yakni“simbol kebaikan”. Ternyata Norton sudah pernah berniat membangun jembatan besar itu.

Dia abadi sebagai Kaisar Amerika Serikat.


0 komentar:

Posting Komentar