Suatu Hari Bersama AFRIAL TABRANI


Afrial Tabrani saat memberikan presentasi

LELAKI itu akhirnya datang juga. Ratusan orang yang hadir di salah satu ruangan di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta, sontak berdiri lalu memberikan aplaus. Kehadirannya dinanti-nanti. Ia serupa oase yang mengatasi rasa haus banyak orang yang sejak awal datang telah menanti kedatangannya. Seorang MC menyebut namanya dengan suara keras menggelegar. Ia diperkenalkan sebagai Afrial Tabrani.

Sepintas, Afrial tak beda dengan orang lain yang hadir di forum itu. Ia memasuki ruangan dengan mengenakan pakaian blazer hitam dengan garis keemasan, serupa jas yang pernah dikenakan Michael Jackson. Kulitnya nampak agak gelap. Perawakannya tidak seberapa tinggi. Rambutnya dipotong tipis. Ia datang dengan wajah yang cerah. Senyum tak lepas dari bibirnya. Namun di forum yang bertemakan Bussiness Opportunity Meeting (BOM) itu, ia adalah magnit pertemuan. Kehadirannya ditunggu banyak orang.

Mereka yang datang ingin menyaksikannya secara langsung. Mereka  juga ingin foto bersama, mendengarkan uraiannya, juga mendapatkan pencerahan dari kalimat-kalimatnya yang sederhana, namun terasa mengalir dan menyesap dalam jiwa. Orang-orang berharap untuk menjalani garis nasib sebagaimana Afrial. Minimal bisa memiliki semangat hebat sebagaimana ditunjukkan Afrial. Saat memulai pertemuan itu, Afrial langsung berpantun:

Masak air biar mateng
Tukang balon deket banner
Saya ucapkan selamat dateng
buat anda calon milyader

Afrial memang seorang milyader yang diharapkan berbagi motivasi dan semangat. Namun orang-orang berkumpul bukan karena fakta dirinya seorang milyader. Orang-orang berdatangan karena kisah dan perjuangan Afrial menuju ke titik itu dilalui dengan “berdarah-darah.” Bukan soal siapa dia sekarang yang penting, melainkan bagaimana dirinya bekerja keras dan melakukan segala upaya untuk tiba di titik itu.

Kisahnya yang memulai segala sesuatu dari nol adalah sungai inspirasi yang tak pernah mengering. Mereka yang hadir di pertemuan itu berharap bisa mengikuti jejak Afrial. Dalam banyak kesempatan, Afrial selalu meyakinkan orang-orang bahwa menjadi milyader itu bukanlah mimpi di siang bolong. Semuanya bisa digapai, sepanjang ada usaha dan niat yang kuat.

Mereka yang hadir di pertemuan itu adalah mereka yang memiliki harapan kuat untuk hidup yang lebih baik, dan lebih bermanfaat bagi sekitarnya. Kisah dan filosofi hidup Afrial diharapkan bisa melecut orang lain untuk bangkit dan segera keluar dari kehidupan yang biasa saja. Ia menyapa semua orang sebagai milyader demi memotivasi mereka bahwa dalam keadaan sesusah apapun, semua orang harus punya harapan. Orang-orang harus optimis untuk menggapai mimpinya, sebab mimpi ibarat kompas untuk menggapai masa depan. Setidaknya, Afrial telah membuktikan itu melalui pengalamannya.


Kisahnya serupa kisah dari negeri dongeng yang menjadi kenyataan. Kisahnya serupa mimpi yang menjadi kenyataan dalam waktu singkat. Dahulu, ia hanyalah seorang kondektur bus yang setiap hari berpeluh di terminal. Ia bekerja di bus PPD trayek Grogol-Kampung Melayu 213. Ia merasakan bagaimana berteriak memanggil penumpang, menagih ongkos bus ke penumpang, setelah itu berdiri di pintu bis yang setiap saat terkena panas matahari.

Quick Facts Afrial Tabrani

Akan tetapi, hanya dalam waktu dua tahun lebih, ia bertransformasi, dari seorang kondektur bus dengan penghasilan pas-pasan, menjadi seorang milyader dengan penghasilan di atas 300 juta rupiah sebulan. Ia melampaui apa yang dianggap banyak orang sebagai kemustahilan. Ia mengubah dirinya, dari lelaki yang setiap hari berada di pintu bus sembari menagih pembayaran ke penumpang, menjadi seorang pemilik mobil Mercy dua pintu seri terbaru.

Afrial melampaui hal-hal yang tak bisa dibayangkan banyak orang. Dari sosok yang tadinya didera kemiskinan, menjadi sosok baru yang berlimpah kemewahan. Dari sosok yang rumahnya kontrakan dan dibayar dengan cara menabung di celengan, menjadi sosok yang memiliki rumah di kompleks perumahan mewah, punya banyak apartemen, serta aset di mana-mana. Dari sosok yang tadinya bekerja keras setiap hari demi segenggam rupiah, menjadi sosok yang tak perlu bekerja keras, namun aset dan kekayaannya terus membesar. Dari sosok yang tadinya adalah kernet bus dengan 12 jendela, menjadi sosok pemilik mobil Mercedes dua pintu senilai miliaran rupiah.

Dahulu ia hanya bisa membayangkan seperti apa rasanya liburan. Kini, ia bisa keliling Eropa dan mengunjungi pusat peradaban di banyak tempat. Di banyak tempat di Eropa, ia sengaja memakai pakaian khas Betawi, sebagai simbol identitas dan komunitasnya. Sampai kapanpun, ia tetap bangga sebagai orang Betawi yang akhirya sukses menggapai kekayaan. Ia mengikuti jejak legenda Betawi, Benyamin Sueb, yang dahulunya seorang sopir terminal hingga menjadi entertain legendaris di Indonesia. Bedanya, Afrial menggapai mimpinya melalui bisnis yang dikerjakan hanya dengan modal nekad dan keberanian.

Sosok Afrial memang unik. Banyak orang yang menggapai puncak kekayaan, namun harus dibayar dengan jam kerja sibuk serta tiadanya waktu untuk keluarga. Sementara Afrial tak perlu harus bekerja keras di kantoran sebagaimana kebanyakan orang. Ia cukup duduk di rumah, berlibur di hotel, atau bersenang-senang bersama keluarga. Ia menggapai apa yang disebut kebebasan finansial itu pada usia 40 tahun, usia yang relatif muda. Dengan waktu luang yang besar, ia bisa berbuat banyak kepada keluarga, menjadi gerbong yang menarik kehidupan ayah ibu dan keluarganya menjadi lebih baik, juga membagikan pengalamannya kepada banyak orang.

Kehadiran Afrial di ajang BOM itu adalah bagian dari ikhtiarnya untuk membagikan pengalaman. “Sejatinya, mental kaya adalah ketika bahagia bukan lagi karena mendapatkan, melainkan karena memberi dan membagi-bagikan.” Ia ingin agar banyak orang bisa mengikuti jejaknya. Ia tak ingin kaya seorang diri. Ia ingin mengajak sebanyak-banyaknya orang lain untuk keluar dari zona nyamannya, lalu menggapai sukses sebagaimana dirinya

Presentasinya selalu menarik dan dinanti-nanti. Dikarenakan berasal dari masyarakat kebanyakan, yang terbiasa bergelut dengan problem ekonomi, kalimat-kalimat dalam setiap presentasinya selalu membumi. Bahasanya tak melangit ala kelas menengah perkotaan yang susah dipahami. Afrial selalu memilih bahasa yang sederhana, yang bisa dipahami siapa saja. Apapun profesi anda dan apapun pendidikan anda, dijamin akan memahami apa yang dikatakan Afrial. Ia juga pandai memilih diksi yang jenaka, tapi tetap sarat makna. Misalnya saat mengatakan: “Orang sering bilang kaya itu ujian. Tapi jangan salah, miskin juga ujian. Kalau memang sama-sama ujian, mending pilih kaya aja deh.”

Dalam setiap presentasinya, ia menyampaikan dalam aksesn Betawi yang khas. Ia juga jenaka dan bisa membuat semua orang terpingkal-pingkal. Presentasi Afrial bukan sesuatu yang serius dan membosankan. Ia bisa mengubah suasana forum menjadi snatai, ceria, serta menyenangkan. Ia punya orisinalitas, sesuatu yang diinginkan oleh semua pemateri.

Biarpun lahir dari keluarga pas-pasan, ia tak lantas mengutuki keadaan. Ia tak hendak menyalahkan apapun di sekitarnya. Kekuatan Afrial adalah keberanian untuk menjelajah di luar zona nyaman. Ia percaya bahwa “Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik jika kita menyalakan sebatang lilin.” Lilin yang dinyalakannya itu adalah berbagai upaya untuk keluar dari keadaan miskin yang dirasakannya sejak kecil.

Quick Facts Afrial Tabrani (2)

Ia membaca buku Berani Gagal yang ditulis Billi PS Lim yang mengisahkan seorang warga miskin di Singapura yang berhasil menjadi jutawan karena keberaniannya menghadapi semua kegagalan, lalu mengubahnya menjadi kesuksesan. Ia juga membaca buku yang ditulis Napoleon Hill tentang bagaimana membangkitkan kekuatan dahsyat dalam diri setiap orang. Ia lalu bekerja keras sembari menemukan bagaimana kiat untuk keluar dari garis kemiskinan. Ia mengatakan, “Jika anda terlahir miskin, maka itu bukan salah anda. Namun jika anda meninggal dalam keadaan miskin, berarti ada sesuatu yang salah pada diri anda.”

Pada kesempatan lain, ia juga mengatakan, “Saya memang lahir dari keturunan miskin. Tapi saya bertekad kemiskinan hanya boleh sampai di saya. Tidak boleh di generasi anak-anak saya.”

Jika kita menyimak sejarah, semua orang besar selalu melalui jalan yang tidak mudah. Mereka biasanya mengalami masa kecil yang tidak istimewa, lalu secara perlahan-lahan mulai mengembangkan dirinya hingga mencapai posisi politik tertentu. Semua penderitaan dan perjuangan itu menjadi pembelajaran berharga untuk bangkit dan keluar sebagai pemenang.

Presiden Amerika, Theodore Roosevelt, mengalami masa kecil yang sakit-sakitan. Sejak kecil, berbagai penyakit mendera tubuhnya sehingga keluarganya sibuk membawanya ke berbagai tempat untuk terapi. Dia juga menderita rabun jauh sehingga mengganggu proses belajarnya. Hingga suatu hari ayahnya berbisik, “Percuma kau belajar keras kalau tubuhmu rapuh. Kendaraan pribadimu yang lemah itu tidak akan pernah bisa membawamu ke masa depan yang kau impikan lewat sekolah,” katanya.

Kalimat itu menjadi cambuk baginya. Ia lalu melatih fisiknya, mengatasi ketidakmampuannya melihat jauh dengan memakai kacamata tebal, lalu menekuni banyak cabang olahraga. Berkat kerja kerasnya di berbagai bidang, ia melebarkan sayap ke dunia politik. Ia menghadapi banyak tantangan, hingga akhirnya disumpah sebagai Presiden Amerika Serikat pada tahun 1901. Ia menjadi presiden termuda dalam sejarah Amerika, yakni 42 tahun. Tak hanya menjadi presiden termuda, ia juga seorang sejarawan terkemuka, penjelajah, peraih nobel perdamaian, dan ahli lingkungan yang tak tertandingi.

Nasib serupa juga bisa dilihat pada sosok Soekarno. Sejak usai belia, ia sudah terbiasa mandiri dan lepas dari bayang-bayang orangtua.Ia bukan tipe anak manja yang tinggal di rumah untuk belajar di bawah pengawasan orangtua. Ia mencari tantangan, dengan berangkat ke kota lain untuk belajar lalu tinggal di rumah tokoh besar Tjokroaminoto. Bahkan ketika menjadi insinyur, ia menempuh risiko dengan mendedikasikan dirinya untuk perjuangan memerdekakan Indonesia, negeri yang dahulu hanya bisa dibayangkannya.

Banyak tokoh besar melalui masa mudanya dengan kemandirian, kerja keras, serta tak lupa menganyam mimpi-mimpi besar. Orang-orang besar memikirkan masa depan, melalui langkah-langkah kecil yang penuh risiko di masa kini. Mereka meletakkan imajinasinya sebagai cahaya yang menuntun perjalanan. Mereka menjadikan satu mimpi sebagai titik akhir, setelah itu menyusun langkah demi langkah untuk memenangkan masa kini.

Kita bisa melihat kerja keras dan upaya menempa diri itu pada Afrial Tabrani. Selama tiga generasi, keluarga Afrial bekerja di terminal. Mulai dari kakek, ayah, hingga dirinya. Pekerjaan mereka tak jauh-jauh dari supir dan kenek. Profesi ini dilakoni secara turun-temurun. Sejak SMP, ia menempa dirinya untuk mandiri. Ia menjalani banyak profesi, mulai dari pekerja di supermarket, tukang bangunan, calo di percetakan, hingga bekerja memasarkan multi-level.



Dalam segala kesulitan hidup, ia tetap memelihara impian, dan berusaha keras untuk menggapainya. Baginya, lebih baik mati dalam berusaha menjadi orang sukses, ketimbang berjuang dan hanya hidup sia-sia. Banyak orang yang mengatakan bahwa impian tak perlu mimpi setinggi langit, sebab jika jatuh, maka pasti akan sakit. Padahal, justru melalui mimpi itulah seseorang bisa menemukan peta hidup khususnya mengenai seberapa besar kerja keras yang akan dilakukannya. Melalui mimpi itu, orang-orang akan menemukan kekuatannya.

Bagi Afrial, mereka yang sukses adalah mereka yang berani bermimpi besar. “Orang sukses adalah orang yang menjiwai impiannya. Jangan cuma tulis di status. Jiwai. Masukkan ke alam bawah saadar. Impian itu harus besar. Jangan takut impian hal-hal besar,” katanya. Daripada sibuk memikirkan apa yang dikatakan orang, jauh lebih penting memikirkan apa saja yang sudah dilakukan untuk menggapai impian. Tanpa kerja keras, mimpi hanya akan tertinggal sebagai mimpi. Tapi siapapun yang bekerja keras dan fokus mengejar impiannya, maka segala kemustahilan akan lenyap. Mimpi tanpa usaha adalah kesia-siaan, tapi mimpi yang diimbangi kerja keras dan berdoa adalah kekuatan yang bisa mengalahkan apapun.


Dari dulu saya punya prinsip lebih baik mati dalam mencoba berusaha jadi orang sukses ketimbang saya tdk berjuang dan hanya hidup biasa-2 aja.. Dan selama proses perjuangan itu saya sering mendengar apakah itu teman saya,saudara saya atau orang lain yg mengatakan :  Yal, kalo ngomong jgn gede-2..tau diri dikit lah. Atau : Yal, kalo ngimpi jgn tinggi-2..ntar kalo nggak kesampean bisa jatuh sakit.. Atau lebih parah lagi..sy suka di bilang hubbud duunya, orang yg terlalu cinta kepada dunia..Tp saya tdk pernah memperdulikan pendapat itu.. Dan sy juga tdk mendebat nya..Krn prinsip saya, apapun yg keluar dari mulut orang lain adalah benar, kebenaran menurut versi mereka..Tetapi pada kenyataan nya, hari ini..Alhamdulillah prinsip saya benar..Dan akhir nya mereka terpaksa mengeluarkan kalimat pamungkas nya : Aach, itu mah emang udah rezeki loe aje Yal..Masya Allah..#KitaKIM
#KitaPunyaPrinsip



Mimpi sukses Afrial itu perlan-pelan terbentang saat dirinya diperkenalkan dengan 3i Networks yang berada di bawah naungan PT AJ Central Asia Raya (CAR) yang dimiliki Salim Grup. Ia melihatnya sebagai peluang baru untuk keluar dari roda kemiskinan yang telah menimpa keluarganya selama tiga generasi. Ia memutuskan untuk bergabung sembari menanam harapan bahwa dirinya akan sukses menggapai mimpinya.

CAR telah eksis selama 41 tahun dan telah melalui berbagai macam kondisi perekonomian baik dalam negeri maupun secara global. Perusahaan ini kian kokoh dan kuat seiring waktu.  Pada awal tahun 2014, CARLife Insurence membuka kemitraan untuk nasabah dengan nama "3i-Networks". Dengan 3 manfaat dasar yang sangat penting dan menjadi trend setter, yakni (1) asuransi, (2) investasi, (3) income atau penghasilan. Inilah kekuatan 3iNetworks yang tidak ditemukan di produk perbankan.

Dengan sistem pemasaran melalui "Networks Marketing," yang membuka peluang emas yang bernas dan berkelas; tanpa modal, tanpa gagal, tanpa resiko, mudah dijalankan dan potensi karier juga ladang penghasilan yang luar biasa. Orang-orang cukup menabung sesuai penghasilan, yakni 350 ribu, 700 ribu atau 1 juta rupiah sebulan. Selain menabung, bisa pula mereferensi teman untuk bergabung. Model bisnis di 3iNetwork terbilang sederhana dan mudah dilakukan siapa saja.





Hanya dengan menabung sebesar 350 ribu rupiah selama lima tahun di CAR, potensi keuntungan bisa didapatkan hingga umur 74 tahun. Cukup menabung lima tahun, maka tahun ke-6 dan seterusnya, seseorang bisa mendapat keuntungan besar jika berhasil mengelola jaringan menjadi luas. Tak sekadar tabungan, CAR juga memiliki manfaat asuransi. Jika pemilik tabungan meninggal, maka keluarga akan mendapatkan dana yang cukup besar sebagai warisan. Nilai lebih CAR yang menjadi keinginan besar banyak orang adanya kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan, dengan cara mengajak orang lain untuk bergabung di situ.

Afrial menjelma sebagai meteor di bisnis jaringan ini. Ia yang sebelumnya jatuh bangun di bisnis multi-level, melihat cahaya terang di bisnis ini. Ia melihat bisnis ini bukan multi-level, juga bukan murni asuransi. Bisnis ini mendidik orang-orang agar memiliki tabungan, yang kelak akan bisa menjamin masa depan orang lain. Setelah dikalkulasinya, tak ada sediitpun rugi bergabung di bisnis ini. Skenario yang dihadapi hanya dua: kaya dan super kaya. Optimismenya membumbung tinggi saat dijelaskan mengenai peluang-peluang yang bisa didapatnya di bisnis ini.

Biarpun hidupnya terbilang miskin, ia berhasrat kuat untuk keluar dari zona itu. Segala kesusahan dan penderitaandilihatnya sebagai tantangan. Ia sering mengutip kalimat dalam film American Gangster, “Hidup ini bukan tentang seberapa keras kau memukul, tapi seberapa keras pukulan yang kau terima dan terus maju. Berapa banyak pukulan yang bisa kau terima, dan terus bergerak maju. Begitulah kemenangan diraih.”

Dalam kondisi yang penuh tantangan, Afrial selalu bangkit dan melangkah ke depan. Satu kebahagiaan yang didapatnya dari 3iNetworks adalah bisnis ini menekankan pada tabungan, sehingga semua orang yang bergabung di dalamnya pasti akan mendapat keuntungan. Minimal, orang-orang bisa memiliki tabungan, serta bisa memenuhi banyak kebutuhan. Model bisnis 3iNetworks menekankan pada pentingnya membangun jejaring serta pelunya saling menguatkan.

Berkat mental yang tahan banting, Afrial mulai bangkit. Dalam waktu dua tahun lebih, ia sukses menggapai banyak posisi, hingga akhirnya mencapai puncak yakni Crown, dengan taksiran penghasilan hingga 300 juta rupiah dalam sebulan. Penghasilan ini setara dengan penghasilan seorang direktur industri pertambangan. Padahal direktur perusahaan tambang membutuhkan puluhan tahun, serta jenjang karier yang panjang untuk sampai pada posisinya. Belum lagi jam kerja tinggi yang harus dijalani seorang direktur. Sementara Afrial hanya membutuhkan waktu singkat, tidak mengeluarkan modal besar, serta memiliki waktu luang yang besar.


***

POHON-pohon rindang menyambut siapapun yang hendak berkunjung ke Perumahan Alam Sutera. Suasana asri dan sejuk segera terasa saat memasuki kompleks perumahan yang banyak dihuni oleh warga dengan kemampuan ekonomi di atas rata-rata. Untuk memasuki setiap kompleks, orang-orang mesti melewati pos security yang akan meminta identitas serta menyakan keperluan.

Di salah satu kompleks perumahan, Afrial tinggal bersama istri dan anaknya. Ia mudah ditemui pada saat tidak sedang keluar kota. Cukup menyampaikan pada security, selanjutnya diberi akses ke rumah Afrial. Biasanya, pihak security akan membuntuti tamu yang datang demi memastikan tamu tersebut dikenali dan bersedia ditemui oleh Afrial.

Di depan rumah Afrial terdapat mobil bermerk Mercedes Benz S Class Coupe yang memiliki dua pintu. Di pasaran, harga mobil terbaru Mercy ini sekitar 2,23 miliar rupiah. Di kap mobil itu terdapat logo serupa mahkota berwarna kuning keemasan, bertuliskan KIM.

Masih di depan rumah itu, terdapat satu motor matic jenis Mio yang diposisikan seperti monumen. Siapapun yang berkunjung akan sama-sama memahami bahwa motor itu adalah motor bersejarah yang dahulu menemani Afrial semasa masih mengejar kesuksesan. Motor itu hadir dalam banyak momen-momen sulit, juga mengantarnya hingga akhirnya berada pada titik seperti sekarang ini. Motor itu adalah saksi masa-masa susah hingga masa-masa penuh kegembiraan.

Afrial semasa berjuang

Dalam satu presentasi, Afrial membandingkan motor itu dengan mobil mercy dua pintu yang dipunyainya sekarang. Motor itu harusnya dikendarai dua orang, tapi dipakai bertiga yakni Afrial dan dua anaknya. Sementara mobil mercy, harusnya dikendarai oleh dua orang, tapi tetap saja dipakai bertiga. Tentu saja, yang membedakan adalah kualitas dan harga kedua kendaraan tersebut.

Ruangan di dalam rumah itu dibuat lebih adem. Interiornya banyak dipenuhi gambar Afrial dan istrinya, Suhartini. Foto mereka berdua dibuat seperti poster film sehingga nampak cantik. Ada poster yang menampilkan mereka berdua dalam pakaian Kaisar Cina. Ada juga beberapa poster yang meniru film Hollywood. Kata Afrial, poster-poster itu dibuat saat dirinya hendak menikah. Di gedung tempat resepsi pernikahan, foto-foto itu menjadi aksesoris yang bisa dilihat banyak orang.

Rumah itu adalah hasil kerja kerasnya selama dua tahun terakhir. Sebelumnya, ia telah menggapai salah satu mimpinya yakni membelikan rumah untuk orangtuanya. Rumah di Perumahan Alam Sutera ity menjadi tempat bermukim keluarganya. Ia juga memiliki beberapa kendaraan mewah, lima apartemen, serta aset yang tersebar di banyak titik. Sebagai peraih crown, ia juga memiliki penghasilan hingga 300 juta rupiah sebulan.

Banyak orang yang menggapai sukses, tetapi harus dibayar dengan hilangnya waktu bersama keluarga. Hari-hari dihabiskan dengan bekerja keras, tanpa memikirkan bagaimana nasib keluarga. Afrial berbeda dengan mereka. Ia sukses secara finansial, tapi memiliki waktu yang lebh banyak luangnya. Pada saat orang-orang sibuk bekerja, ia justru liburan dan bersantai di rumahnya. Mereka yang pernah ke rumahnya, pasti paham bahwa seringkali Afrial malah tidur siang, pada saat orang lain sedang sibuk bekerja.

Afrial telah mencapai apa yang disebut Robert Kiyosaki sebagai “kebebasan finansial.” Ia tak perlu harus bekerja lagi sebagaimana orang-orang yang mengejar gaji bulanan agar punya penghasilan. Ia bisa menikmati harinya dengan berlibur dan bersantai sebab dirinya akan tetap mendapat pemasukan setiap saat. Sebagai network marketing, ia membangun sistem yang lalu bekerja untuk dirinya, juga menjamin kehidupannya bersama keluarga, tanpa harus banting tulang lagi.

Analogi yang tepat untuk ini adalah perbandingan cicak dan laba-laba. Cicak adalah gambaran orang yang selalu keluar rumah untuk mencari makan. Cicak memang bekerja keras tapi hasilnya hanya cukup untuk dimakan sehari. Keesokan harinya, dia akan keluar rumah lagi demi mencari makan. Sementara laba-laba bekerja keras hanya saat membangun jaring. Setelah jaring itu terbentuk, ia tinggal duduk diam di tengah, lalu menunggu serangga yang berhasil dijaring. Ia hanya bermodalkan jaring untuk menangkap mangsa.

belajar pada Afrial 

Manusia tipe cicak adalah manusia yang bekerja keras, tanpa membuat perencanaan yang matang. Pada satu masa, fisik manusia tipe cicak akan berkurang sehingga dirinya kelak akan kehilangan kemampuan bekerja. Pada titik ini, dia akan menjadi beban bagi sekelilingnya sebab tidak lagi seproduktif dulu. Sementara manusia tipe laba-laba berhasil membangun sistem sehingga bisa berkonsentrasi untuk melakukan pekerjaan lain, saat kebutuhan finansialnya terpenuhi. Manusia tipe laba-laba hanya banting tulang saat membangun sarang, setelah itu bisa duduk manis sebab sarang itu akan menangkap banyak serangga.

Ketika kebebabsan finansial berada dalam genggaman, Afrial bisa merencanakan waktu yang berkualitas, bersama keluarga kecilnya. Tak hanya itu, ia juga berbagi ilmu dan pengetahuan dengan orang-orang lain agar banyak orang bisa sesukses dirinya. Ia menyediakan waktu yang luas bagi siapapun yang hendak silaturahmi di rumahnya.

Di rumah yang terletak di Perumahan Alam Sutera itu, itu, Afrial memulai hari. Rumah itu seringkali dikunjungi oleh mitra-mitranya yang selama ini dibantu dan dibesarkannya. Setelah menggapai sukses, ia mulai menularkan kesuksesan itu kepada orang lain. Ia berbagi pengalaman dan pengetahuan agar orang lain bisa menggapai sukses sebagaimana dirinya.  Ia sadar benar bahwa kesuksesan bukanlah kerja seorang diri, tapi ada bantuan banyak orang. Ia ingin agar banyak orang bisa mengikuti jejaknya.

Dalam buku Outliers, yang pertama kali terbit tahun 1988, Malcolm Gladwell mengatakan bahwa kesuksesan tidak berasal dari angka nol. Semua orang berutang pada orang tua dan dukungan orang lain. Kesuksesan adalah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai “keuntungan yang terakumulasi”. Tempat dan kapan seseorang tumbuh besar memiliki pengaruh yang cukup besar.

Gladwell menolak anggapan tentang keberhasilan yang semata-mata dipicu oleh kecerdasan. Menurutnya, keberhasilan seseorang menggapai satu kesuksesan tidak bisa dilihat hanya dari satu aspek saja, melainkan terdapat hal yang lebih rumit, kompleks, dan hanya bisa dipahami dengan menelusuri kehidupan orang tersebut.

Gambaran yang paling sederhana namun gamblang dipaparkan Malcolm Gladwell dalam cerita singkat mengenai pohon. Pohon ek tertinggi di hutan menjadi yang tertinggi bukan semata-mata karena dia paling gigih. Dia menjadi yang tertinggi karena “kebetulan” tidak ada pohon lain yang menghalangi sinar matahari kepadanya, tanah di sekelilingnya dalam dan subur, tidak ada kelinci yang mengunyah kulit kayunya sewaktu masih kecil, dan tidak ada tukang kayu yang menebangnya sebelum dia tumbuh dewasa. Dukungan lingkungan adalah hal yang sangat ditekankan oleh Gladwell.

Melalui jaringan 3iNetworks, Afrial menyempatkan waktu untuk berbagi ilmu dan pengetahuan dengan banyak orang. Rahasia kesuksesannya terletak pada kerja keras, kemampuan melihat peluang serta dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Ketika ditanya rahasia sukses, ia hanya menjawab singkat, “Kesuksesan itu digapai oleh orang yang menunda kesenangan, berani keluar dari zona nyaman, dan tetap optimis pada saat orang lain pesimis.”

Seringkali saya ditanya apa rahasia sukses?Saya jawab, pada dasarnya tidak ada rahasiaRata-2 orang sudah tahu cara menjadi sukses, hanya saja kebanyakan dari mereka tidak melakukan apa yg mereka ketahui tsbSangat sederhana, tidak ada rahasiaMenunda kesenangan, keluar dari zona nyamanTetap optimis saat yang lain sedang pesimisBekerja ekstra saat yang lain bersantaiBelajar dari kesalahan saat yang lain mengeluhDisiplin dan konsisten mengikuti aturan main saat yang lain bebal dan tak peduliSelalu produktif saat yang lain buang-buang waktuBerpikir dan berjiwa besar saat yg lain menolak dan meremehkanTetap bertahan saat yang lain berhentiDan Anda akan menang saat yang lain kalahGo Crown !!#KitaKIM29 Mei 2017

Biarpun sebagian besar impinya telah tercapai, ia tetap menantang dirinya untuk mencapai hal lain. Tantangan akan membuat hidupnya bergairah. Pernah, seseorang berseloroh bahwa ketika kaya, maka tidak ada lagi mimpi yang harus digapai. Afrial spontan menjawab, “Kalau gak ada mimpi lagi, berarti kamu udahjadi mayat hidup. Yang namanya manusia, pasti ada yang mau dikejar.”

***

BUKU ini tak saja menyajikan kisah hidup Afrial Tabrani, seorang kenek bus yang sukses menjadi milyader hanya dalam waktu 2,5 tahun. Buku ini menyajikan keping-keping impian dari seorang lelaki Betawi yang berani keluar dari zona kemustahilan. Berkat keberanian untuk bermimpi itu, Afrial merengkuh kehidupan yang sebelumnya tidak berani dimimpikan banyak orang.

Dalam hidup, banyak orang yang membatasi impiannya, atau barangkali takut untuk sekadar bermimpi. Banyak yang takut akan jatuh dalam upaya mengejar mimpi itu, Tapi Afrial justru berani berkhayal dan bermimpi setinggi-tingginya. Mimpi itu menjadi kompas yang memandu semua langkah-langkahnya untuk menggapai hasil yang maksimal. Mimpi itu menjadi cahaya lilin yang mengatasi pekatnya malam.

Biarpun hari ini ia bukan lagi kenek bus, melainkan telah menjadi milyader, ia tetap Afrial yang mau berbagi sukses dengan siapa saja. Dengan senang hati, ia berbagi pengalaman dengan siapapun agar sukses di dunia network marketing, sebagaimana dirinya. Ia percaya bahwa dengan berbagi kiat sukses, strategi, dan mimpi, maka semua orang bisa keluar dari zona nyaman lalu menggapai kebebasan finansial. Ia percaya bahwa semua orang bisa menggapi hidup yang lebih bahagia dan berkualitas.

Buku ini juga menyajikan kiat-kiat praktis bagi mereka yang hendak brkecimpung di dunia yang sama dengan Afrual, yakni dunia network marketing atau pemasaran berjejaring. Bergabung di 3iNetwork, Afrial sukses memaksimalkan modal yang sekecil-kecilnya demi menggapai hasil yang sebesar-besarnya.



Pesan yang hendak disampaikan dalam buku ini adalah semua orang bisa menggapai sukses, bisa menjadi kaya, bisa membawa manfaat bagi sesamanya. Tak peduli apa latar belakang seseroang, kesuksesan bisa menjadi milik semua orang, sepanjag orang itu bisa berusaha bagi dirinya demi mengubah keadaannya. Persis, sebagaimana dikatakan Afrial:

Semakin lama menunda, semakin jauh tertinggal...Semakin sering bersantai, semakin lama membuktikan...Stop menawarkan kesuksesan jika diri sendiri masih penuh kegalauan...Sadari, orang2 di sekitar sedang memperhatikanmu...Sadari lebaran ini keluargamu di kampung mendoakanmu agar jadi orang suksesSo..Semakin lama engkau menunjukkan hasil maka akan semakin berat langkah2mu...!Maka... Segera bereskan keraguan dirimu, dan mulailah berlari dengan kecepatan penuh habis Lebaran ini !Tunjukkan bahwa kau layak di banggakan keluargamu.#3iNetworksCAR#KitaKIM. 24 Juni 2017





Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Buku Terbaru Saya

Buku Terbaru Saya
Untuk memesan buku ini secara online, silakan klik foto ini. Thanks.

Terpopuler Minggu Ini

Google+ Followers

Followers

...