Jalan Terjal untuk Sekeping Impian






KAWAN yang baik. Kamu baru saja melalui satu peristiwa. Kamu sedang tidak beruntung. Tapi percayalah bahwa peristiwa ini memiliki banyak makna untukmu. Jika saja kamu menggapai mimpimu, maka hidupmu akan jadi sederhana. Kamu kehilangan tantangan. Hidup akan serupa film slow motion yang alurnya mudah ditebak. Kini, tantangan baru terhampar di hadapanmu. Ada skenario lain yang lebih hebat di hadapanmu.

Dahulu, aku juga sepertimu. Bedanya, sejak awal aku realistis bahwa diriku tak akan punya peluang di tempat itu. Ini bukan soal kualitas. Jika saja syaratnya adalah kualitas, maka namaku akan berada di daftar teratas. Semua orang tahu itu. Tapi soalnya adalah aku tak punya apa yang mereka inginkan. Masa-masaku adalah masa penuh pemberontakan. Aku bukan anak yang baik. Aku seorang penyendiri, yang menemui kebahagiaan di luaran sana.

Namun, sejak awal kuyakinkan diriku bahwa tak ada satupun yang bisa memvonis seperti apa masa depan. Bagiku, masa depan adalah wilayah yang penuh misteri. Kita hanya bisa menebak-nebak apa yang sedang terjadi. Pemilik masa depan adalah pemilik tekad kuat. Di manapun posisi seseorang, pastilah ia akan menemukan jalannya ketika punya semangat sekuat baja.

Aku banting stir ke kampung halaman, lalu menghadapi banyak tantangan. Betapa tak mudahnya ketika impian tak tergapai. Tapi kukuatkan diriku untuk menjalani semuanya dengan penuh semangat. Kutantang hari-hari yang tak nyaman setelah mimpi gagal direnggut. Hingga akhirnya aku mendapat anugerah ketika bisa berguru pada banyak orang hebat di negeri lain.

Aku juga menjajal berbagai kompetisi. Tujuanku hanya satu. Aku tak mau dinilai dengan standar mereka. Bahwa ada wilayah netral di mana semua orang bisa bertarung dan menunjukkan kualitasnya. Ketika diriku sering menang, maka itu pertanda kalau diriku punya sesuatu. Ketika satu demi satu capaian tergapai, rasa percaya diriku berlipat-lipat.

Ternyata memang benar. Tak ada satupun yang bisa memvonis tentang masa depan. Sebuah rumah lain yang lebih besar membukakan peluang. Mereka memberi kesempatan yang lebih hebat, sekaligus tantangan besar untuk berkembang bersama mereka. Jika bukan karena sesuatu yang menyala dalam diri, tak akan pernah ada kesempatan itu.

Semalam, kita bersama-sama. Kembali kuucapkan kalimat yang dahulu sering kuucapkan pada diri sendiri. Bahwa seringkali kita harus berani memutar untuk menggapai impian kita. Masa depan tak selalu lurus dan lempang. Ada banyak kelokan dan tikungan yang harus dilalui. Sepanjang kita hati-hati, maka pastilah kita akan menggapai tujuan.

Yakinlah kalau jalan terbaik bukanlah apa yang kamu anggap sebagai impian. Jalan terbaik adalah sesuatu di luaran sana, sesuatu yang mungkin tak terpikirkan hari ini, namun ternyata menjadi jalan terbaik untukmu. Jika kamu punya semangat untuk mengejarnya, pastilah kelak kamu akan tertawa bahagia dan mengenang hari ini dengan catatan penuh kelucuan. Kita adalah prajurit kehidupan yang bertarung demi kebaikan. Kita bisa saja dikasari dan dilemahkan oleh orang lain, namun kita tak akan pernah lemah. Kita akan selalu bangkit dan menatap matahari dengan lebih perkasa.

Mereka boleh saja memenangkan masa kini. Tapi kita, sekali lagi kita, yang akan memenangkan hari esok. Bisakah kamu menanam semangat itu dalam hatimu?


Bogor, 12 Februari 2015


0 komentar:

Posting Komentar