Polwan Cantik Versus Kowal Cantik

Briptu Deby

SATU-satunya hiburan saat menyaksikan upacara detik-detik Proklamasi di Istana Negara adalah para polisi wanita (polwan) yang cantik-cantik, serta para anggota Kowal (angkatan laut), Kowara (angkatan udara), serta Kowad (angkatan darat) yang cantik-cantik. Sebagaimana telah saya katakan sebelumnya, paradigma perekrutan tentara perempuan sudah bergeser. Dulu, yang dicari adalah yang garang. Sekarang, yang dicari adalah yang cabtik-cantik. Mungkin karena fungsi mereka lebih banyak kerja pelayanan atau kerja di belakang meja, makanya dibutuhkan yang berpenampilan menarik.

Kemarin, mereka saling bertukar yel-yel. Sebelum upacara, masing-masing menampilkan tarian heboh dan saling berbalas-balas. Liriknya juga lucu-lucu, misalnya menyebut paling seksi dan yang lain jelek-jelek. Sebagai penonton, saya cukup terhibur. Bersama beberapa fotografer, beberapa di antaranya adalah fotografer asing, saya menyaksikan yel-yel itu dan sangat terhibur. Sayangnya, saya tak sempat memotret aksi Kowara dan Kowad. Tapi, menyaksikan Polwan dan Kowal sudah cukup memuaskan mata saya. Saya sangat terhibur. Berikut foto-foto mereka:







BACA JUGA:

Comments
3 Comments

3 komentar:

Irawati Siregar said...

mohon maaf sebelumnya, saya berkomentar disini hanya ingin meluruskan pendapat anda yang sedikit kurang enak untuk saya (dan mungkin sebagian tentara wanita lainnya)terima.kebetulan sy menemukan blog anda disini dan membacanya. sebelumnya sy mohon maaf loh mas, pendapat anda mengenai paradigma perekrutan tentara wanita yang berubah tidak sepenuhnya benar.
untuk yang berstatus bintara memang memerlukan penampilan yang menarik tetapi yang dengan status perwira maka penampilan yang menarik bukanlah hal yang paling diutamakan melainkan skill dan intelegensia lah yang sangat diperlukan disini. penampilan itu sebagai nilai tambah aja. mudah2an coment sy ini bisa sedikit meluruskan pandangan anda dan masyarakat yang berpendapat sama ya. anyway, makasi atas beritanya mas. senang rasanya ada masyarakat yang perduli dengan kehadiran kita. wasalam :-)

Anonymous said...

wah salah tu, bukan kowara, tapi WARA...
karena wanita angkatan udara nggak punya korps sendiri seperti halnya kowad dan kowal...,
saya setuju sama mbak Irawati Siregar, bukannya terjadi pergeseran merekrut yg cantik2, itu kebetulan dapetnya yg cakep2, oh iya satu lagi prajurit wanita yg dapet tugas ikut upacara di istana emang dipilih yg tingginya diatas rata2 n cakep2, terima kasih

Anonymous said...

cantik atau jelek bukan kita yang buat..tetapi Kuasa Allah semata...yang penting jujur berani dan disiplin.

Post a Comment

Terpopuler Bulan Ini

...

...