Ngefans sama Gita Gutawa


SUNGGUH! Saya tidak sedang bercanda. Akhir-akhir ini saya ngefans dengan Gita Gutawa. Saat dia menyanyikan ulang lagu Chrisye yang judulnya Aku Suka Dia, saya jatuh cinta dengan penampilannya. Gita mewakili spirit muda yang energik, riang, serta selalu gembira. Gita mewakili gambaran perempuan muda yang ceria. Ia membawa spirit zaman untuk selalu riang dalam kehidupan sehari-hari.

Sudah beberapa kali saya lihat penampilannya. Ia identik dengan warna-warni seperti pink, merah, atau biru. Pilihan lagunya selalu disesuaikan dengan usianya yang tengah mekar. Ketika menyanyikan ulang lagu-lagu lawas, ia menyanyikan dengan gayanya sendiri. Ia tak pernah mengikut-ikut gaya penyanyi senior. Ia tidak seperti para finalis Idola Cilik, anak-anak yang menyanyikan lagu-lagu dewasa. Masak, anak kecil sudah bicara cinta pada sesama jenis? Aneh juga melihat anak-anak kecil bicara tentang pengkhianatan cinta. Tapi Gita berbeda. Ia tampil dengan spirit zaman dan usianya. Irama musiknya selalu saja riang dan ada jingkrak-jingkrak.

Mungkin, faktor paling penting dalam karier musiknya adalah ayahnya Erwin Gutawa. Ayahnya mengaransemen musik, menentukan pilihan lagu yang tepat, serta gaya bernyanyi. Mungkin juga, di belakang Gita ada sejumlah orang yang membantu menata koreografi serta para penari latar. Mereka memberi kontribusi pada penampilan Gita yang sangat ceria. Mereka mengemas Gita menjadi sosok penyanyi yang membius para fans yang merayakan masa mudanya dengan bahagia.

Yang bikin saya kian tercengang adalah Gita juga mencipta lagu yang bagus. Ia mencipta lagu Parasit yang didalamnya ada kerinduan untuk terbang jauh hingga ke kutub utara dan terkena hypotermia, pergi berkelana ke Gurun Sahara, hingga akhirnya lenyap ke Segitiga Bermuda. Gita adalah sosok yang imajinasinya berkelana ke mana-mana dengan gembira. Saya suka spirit itu.(*)



0 komentar:

Posting Komentar