Orasi Kebudayaan Badko HMI

TADI siang saya ketemu para pengurus Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulselra. Kebetulan, Ketua Umum Badko HMI sulselra yang baru adalah perempuan dan menjalani LK 2 di HMI Cabang Makassar Timur, di mana saya pernah menjadi pemateri. Saya senang juga ketemu mereka sebab bisa reuni membahas bagaimana HMI dulu dan HMI sekarang.

Mereka sedang membahas rencana pelantikan pengurus yang rencananya akan diadakan hari kamis ini. Mereka sedang kebingungan karena sejumlah senior HMI yang diminta untuk membawakan orasi kebudayaan, tiba-tiba menolak hadir. Di antaranya adalah Prof Qasim Mathar, Dr Alwi Rahman. Anehnya, tiba-tiba ketua badko meminta agar saya saja yang membawakan orasi. Saya merekomendasikan sejumlah politisi, namun mereka menolak. Mereka ingin agar orasi tersebut murni dibawakan oleh akademisi.

Saat itu, ketua badko tetap ngotot meminta saya untuk membawakan orasi kebudayaan. Saya tetap ngotot untuk menolaknya. Kasihan juga Badko HMI kalau orasi kebudayaan dibawakan oleh seseorang yang belum punya profesi jelas. Saya minder juga dalam suasana itu. Mereka ngotot, namun saya juga ngotot. Akhirnya, diskusi berakhir ketika saya merekomendasikan sejumlah nama dosen muda di UIN Alauddin, yang saya anggap layak untuk itu.(*)



0 komentar:

Posting Komentar