Laptop Baru, Kultur Baru




MUNGKIN sudah waktunya bagi laptop saya untuk berganti. Lima tahun saya menjadi pemakai laptop jenis Macbook Pro. Belakangan ini, laptop mulai berulah. Mungkin sudah waktunya untuk mengganti dengan laptop jenis lain.

Tapi persoalannya tidaklah sesederhana itu. Kelamaan memakai Mac membuat saya harus kembali beradaptasi saat memakai laptop jenis lain. Lima tahun memakai laptop yang diperoduksi oleh Apple membuat saya kaku ketika menggunakan laptop lain. Saya terlanjur nyaman dengan tampilan, grafis, serta sensasi yang diberikan Mac. Ternyata, teknologi selalu terkait dengan kultur.

Apa boleh buat. Saya harus bisa beradaptasi. Sembari menunggu duit yang cukup untuk memperbaiki Mac, saya harus membiasakan diri untuk memakai laptop merek Asus, yang saya beli tiga tahun silam untuk istri saya. Saya harus membiasakan diri, sebab hanya dengan cara menulis, saya bisa menjaga asa intelektual dan semangat saya.

Semoga keadaan sukar ini bisa segera teratasi.



0 komentar:

Posting Komentar