Melihat Remaja Berciuman di Tempat Umum

ilustrasi

BANYAK remaja Jakarta yang mulai kehilangan urat malu. Sudah dua hari ini, saya menyaksikan pasangan remaja yang tanpa malu saling berpelukan dan berciuman di hadapan orang banyak. Anehnya, orang-orang di sekitar langsung memalingkan wajah ke arah lain, meskipun ekor matanya mengintip ke remaja tersebut.

Tampaknya sedang terjadi arus besar perubahan bagi tingkah-polah remaja negeri ini. Tindakan seperti berciuman di depan umum sudah mulai dianggap sebagai hal yang wajar. Remaja kita sudah mulai permisif atas tindakan yang dahulu hanya bisa disaksikan di televisi. Mereka mulai berani dan seolah hendak meneriakkan kebebasannya. Mereka seakan hendak berkata, "Ini tubuh gue. Suka-suka gue dong!"

Lantas, bagaimanakah posisi masyarakat yang menyaksikan adegan tersebut? Anehnya, masyarakat di sekitar seakan kompak memalingkan wajah. Barangkali, hanya saya sendirian yang terkagum-kagum menyaksikan pemandangan indah saat dua remaja berciuman. Hanya saya yang menganggap itu aneh dan tidak layak. Saat emlihat sekeliling, semua orang menoleh ke tempat lain. 

Sejatinya, sikap orang-orang yang tidak mau menyaksikannya, bisa ditafsir sebagai bentuk persetujuan. Remaja itu seakan menemukan ruang gerak ketika orang-orang di sekitarnya seolah memberikan jalan buat mereka untuk tetap berciuman. Padahal, mestinya masyarakat bisa membentuk pagar nilai, dengan cara sederhana yakni menganggap hal itu sebagai hal aneh dan tidak bisa dibenarkan.

Mungkin ini isyarat zaman. Ketika langit nilai runtuh, maka bangunan akhlak dan kehormatan akan menjadi kearifan yang tersisa di buku-buku. Dan kita hanya bisa mengenang dan bersedih melihat remaja kita hari ini.(*)

1 komentar:

Widyatmoko mengatakan...

mestinya sih, sesuai zaman modern, kalau tidak setuju masyarakat boleh aja langsung menegur.. kan zaman modern.. biar antara yg setuju dan setuju langsung berhadapat secara terbuka, daripada ngerumpi.. ini kan zaman modern.. sebaliknya, kalau masyarakat milih memalingkan mata, seperti dikatakan oleh mas yusran, masyarakat jangan protes dong.. wong cuma memalingkan wajah, ga bersuara.. emangnya para remaja itu harus sadar sendiri.. gitu kan ya..

Posting Komentar